Kamis, 14 November 2013
Get Personalized Here!
| Sign In
- Ekonomi
- Bola
- Tekno
- Entertainment
- Otomotif
- Health
- Female
- Travel
- Properti
- Foto
- Video
- Forum
- Kompasiana
Get Personalized Here!
Get Personalized Here!
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez (93), melewati pebalap Yamaha Factory Racing, Valentino Rossi (46), pada lap empat di tikungan Corkscrew, Sirkuit Laguna Seca pada balapan GP Amerika Serikat, Minggu (21/7/2013). |
Saat ini Marquez memimpin klasemen dengan keunggulan 13 poin atas Lorenzo. Cukup dengan finis keempat, pebalap 20 tahun tersebut akan resmi menjadi juara dunia termuda, meskipun andai kata Lorenzo keluar sebagai pemenang balapan.
Rossi mengingatkan Marquez untuk tidak melakukan kesalahan seperti yang dia lakukan tujuh tahun lalu, saat perebutan gelar juara dunia 2006. Saat itu, Rossi yang memimpin klasemen dengan 244 poin, unggul delapan angka atas Nicky Hayden yang ketika itu masih membalap untuk Honda.
Rossi harus melepas gelar juara dunia yang sudah di depan mata, setelah mengalami kecelakaan dan hanya bisa finis ke-13. Hayden yang finis ketiga akhirnya berhak atas gelar juara dunia pertamanya.
"Saya harap Marquez tidak melakukan kesalahan yang sama seperti saya di Valencia pada 2006 lalu. Saat itu saya menyia-nyiakan keunggulan dari Hayden dan kalah dalam perebutan gelar juara dunia pada balapan terakhir. Marc unggul dari Lorenzo cukup jauh dan dia difavoritkan jadi juara, tapi apa pun bisa terjadi saat balapan," kata Rossi.
"Valencia akan menjadi balapan yang berat," ujar pebalap yang dijuluki The Doctor tersebut. "Bisa saja tiba-tiba turun hujan, lintasan menjadi basah atau dingin sehingga kondisinya akan sulit untuk semua pebalap."
Editor : Pipit Puspita Rini
Juara Djarum Sirnas dua seri di tahun ini yakni di Balikpapan dan juga Medan, Hantoro/Ricky merasa belum menemukan permainan terbaiknya kembali setelah yang terakhir juara di Medan. Bahkan di Sirnas Bali, keduanya hanya mampu sampai delapan besar saja.
“Setelah di Medan juara, permainan kami sedikit kurang maksimal di pertandingan berikutnya. Mungkin juga karena belum waktunya lagi kami diberikan kesempatan juara kembali. Mudah-mudahan di Yogyakarta ini permainan terbaik kami bisa kembali dan mampu meraih gelar juara di sini,” ungkap Ricky.
Di babak kedua, Kamis (31/10/2013), Ricky/Hantoro akan menghadapi Aldo Abdillah /R Eka Fajar Kusuma (Jaya Raya).
Sementara itu, babak kedua nomor tunggal dewasa putra, yang berlangsung sore tadi belum menciptakan kejutan. Sejumlah pemain unggulan seperti langganan juara Djarum Sirnas Alamsyah Yunus (1) (PB Pertamina) menang mudah atas lawannya I Made Asti Sadetanaya (Jaya Agung Magelang) 21-11, 21-14. Selain Alamsyah, unggulan kedua Senatria pun terus melenggang ke babak ketiga setelah mengalahkan Noval Riyanto (Gemilang Surabaya) 21-17, 21-14.
Di pertandingan lain, dua wakil pemain asing yakni Sasahara Takashi (Jepang) dan juga Lucas Alves Pinto (Brasil) masih terlalu mudah untuk lawan-lawannya di Djarum Sirnas Yogyakarta ini. Sasahara sendiri kalah oleh Gesstano Ganendra [6] (Tangkas Specs) 21-11, 21-18, dan Lucas kalah telak oleh I Putu Roy Danu 8-21, 10-21.
Nomor tunggal dewasa putri pada Kamis sudah memasuki babak perempat final. Ganis Nurrahmandani (Pertamina) yang pada Sirnas kali ini diunggulkan di posisi pertama, melangkah ke perempat final tanpa bermain. Hal tersebut disebabkan lawannya di babak kedua yakni Lustitia Ideacitra (Rajawali Salatiga) tidak datang ke lapangan, dan wasit menyatakan kemenangan untuk Ganis. Di babak perempat final besok, Ganis akan melawan Novalia Agustianti (Tangkas Specs).
Sementara itu, unggulan kedua tunggal dewasa putri Tike Arieda Ningrum, melaju keperempat final setelah menang mudah atas Tri Ria Maya (Tangkas Specs) 21-13, 21-9. Besok, Tike akan melawan Rosaria Yusfin Pungkasari (PB Djarum).
Babak kedua ganda dewasa putra baru akan tersaji malam nanti. Unggulan pertama Rendra Wijaya/Rian Sukmawan ditantang oleh Ariyanto Haryadi Putra/Rio Wilianto (JR Enkei). Dan unggulan dua Chrisna Adi Wijaya/Ridho Akbar (Halim) ditantang Haris Prathama/Meldrick Rurado (Candra Wijaya).
Sementara itu, di babak pertama ganda dewasa putri, pemain senior Vita Marissa yang menggandeng partnernya Variella Aprilsasi Putri L yang diunggulkan di posisi pertama di Djarum Sirnas Yogyakarta ini melewatinya tanpa bermain karena mendapatkan bye.
Begitupun dengan unggulan kedua Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Handia (SGS PLN ) yang langsung melangkah ke perempat final tanpa bermain. Kamis, Devi/Keshya akan melawan pemenang antara Mega Cahya Purnama Lestari/Rina Andriani (Jaya Raya) Vs Aris Budiharti/Eri Octaviani (Jaya Raya).
Editor : Tjahjo Sasongko
Dengan tidak adanya big man baru, Canson lagi-lagi harus berharap lebih pada kapten tim, Andy "Batam" Poedjakesuma untuk melakukan lebih banyak rebound.
"Masalah utama tim ini adalah rebound. Jika saja tim ini punya rebounder yang andal, saya tidak perlu pusing karena artinya tim ini sudah komplit," kata Canson. "Bayangkan saja, rebounder terbaik saya adalah seorang wing, dan dia (Batam) adalah pemain paling tua di tim."
Dengan raihan 6,9 rebound per game pada musim kemarin, Batam memang menjadi rebounder terbaik PJ mengungguli Ponsianus "Komink" Indrawan dan Fidyan Dini. Berperan sebagai big man PJ, Komink dan Fidyan Dini seharusnya mengumpulkan lebih banyak rebound dibandingkan Batam, namun ternyata hasilnya tak seperti yang diharapkan.
"Masalahnya dengan Fidyan Dini, kita sudah tidak bisa memaksakan dia untuk mengumpulkan lebih banyak rebound karena dia bukanlah rebounder alami. Banyak orang berpikir bahwa bermain di posisi center artinya harus bisa rebound, namun pada kenyataannya tidak selalu seperti itu," jelas Canson.
Namun, Canson tidak terlalu khawatir dengan keadaan ini, karena menurutnya banyak tim-tim lain di NBL Indonesia yang memiliki masalah sama. "Bukan hanya di PJ, rebound juga menjadi masalah utama CLS dan Garuda. Itulah mengapa kita sering menang melawan mereka," tandasnya.
Editor : Pipit Puspita Rini
Hal tersebut diungkapkan oleh Vierman Surya yang merupakan sekretaris panitia Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Yogyakarta sekaligus salah satu Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) DI Yogyakarta.
“Dari dulu Yogyakarta banyak menciptakan bibit pebulu tangkis muda yang andal. Namun sayangnya, hingga saat ini kami akui bahwa Yogakarta belum siap untuk menjaga bibit-bibit muda tersebut dari Yogyakarta ini. Mengingat banyak faktor yang menyebabkan mereka tidak bisa dibina lebih lama lagi di daerah asalnya sendiri. Terutama dari segi finansial yang kami rasa belum mampu menjamin mereka hingga bisa benar-benar matang di dunia bulu tangkis. Semoga ke depannya perbulutangkisan di Yogyakarta bisa lebih maju lagi,” ungkap Vierman.
Hal tersebut memang benar adanya. Salah satu atlet asal Yogyakarta ialah peraih gelar Indonesia Open GP Gold 2011 Dionysius Hayom Rumbaka. Pemain tunggal putra yang sekarang menjadi penghuni Pelatnas Cipayung ini merupakan atlet Yogyakarta yang dulu berlatih di Klub Bulu Tangkis Pancing Sembada Sleman, Yogyakarta, sebelum akhirnya ditarik oleh PB Djarum.
Selain Hayom, masih banyak lagi atlet asal daerah yang saat ini menjadi tuan rumah Djarum Sirnas seri kesembilan. Seperti pemain ganda putri pelatnas Rosyta Eka Putri. Bahkan, pemain legendaris Tri Khusharyanto pun merupakan atlet kelahiran Yogyakarta, dan masih banyak yang lainnya.
Sementara itu, memasuki hari pertama Djarum Sirnas Yogyakarta, tengah berlangsung babak kualifikasi yang bertempat di GOR Amongraga. Sebanyak 262 pertandingan kualifikasi di beberapa kelompok usia tengah berlangsung sejak pagi tadi hingga malam nanti.
Besok, masih berlangsung babak kualifikasi yang dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.30 WIB, yang akan dilanjutkan dengan babak utama hingga pukul 21.30 WIB.
Pada babak pertama nomor dewasa, beberapa unggulan teratas tidak bermain dan langsung lolos ke babak kedua karena mendapatkan bye.
Di nomor tunggal putri, kedua finalis Djarum Sirnas Jateng lalu yakni sang juara Ana Rovita dan runner up Febby Angguni yang keduanya merupakan atlet asal PB Djarum memutuskan absen di Djarum Sirnas Yogyakarta ini sehingga unggulan pun diisi oleh Ganis Nurrahmandani (Pertamina) dan Tike Arieda Ningrum Jaya Raya Suryanaga. (*/)
Editor : Tjahjo Sasongko
Untuk Region 2, gelar sudah di tangan Yamaha di kelas MP2 (Bebek 110 cc 4 Tak Tune Up Seeded), MP3 (Bebek 125 cc 4 Tak Tune Up Pemula), MP4 (Bebek 110 cc 4 Tak Tune Up Pemula). Tinggal MP1 di mana persaingan masih terbuka untuk duo Yamaha yaitu Sulung Giwa dan R Fadhil di dua teratas klasemen dan Willy Hammer (Honda) di posisi ketiga.
"Tahun ini sungguh menggembirakan bagi Yamaha di ajang balap lokal. Setelah sapu bersih double winner Indoprix dengan Sigit PD dan Jupiter Z1, di Motoprix kami pun berjaya. Hanya tinggal menanti gelar MP1 Motoprix Region Jawa yang masih terbuka lebar kans bagi Yamaha lewat Sulung dan Fadhil," papar Supriyanto, Manajer Motorsport Yamaha Indonesia.
Dari hasil kualifikasi MP1 Region Jawa, Sabtu 26 Oktober, pebalap Yamaha, Agus Setyawan memegang pole position dengan catatan waktu 56,931 detik. Sulung Giwa bakal start kedua dengan selisih waktu 0,068 detik, hasil yang memperbesar peluang juaranya. Ketiga Willy Hammer (Honda), disusul R Fadhil yang juga berpeluang memenangi MP1.
Yamaha sapu bersih di region lain
Sementara, Yamaha sudah memastikan juara di kelas-kelas utama MP1-MP4 Motoprix Region 1,3,4 dan 5 yang sudah berakhir. Dan kelas MP2-MP4 Region Jawa.
Region 1 (Sumatera)
MP1: Reza Pahlevi
MP2: Zefri Hadi
MP3: M Irvansyah Putra Lubis
MP4: M Irvansyah Putra Lubis
Region 2 (Jawa)
MP2: M Zaki
MP3: Galang Hendra
MP4: Rheza Danica
Region 3 (Bali, NTB, NTT)
MP1: Ketut Madiasta
MP2: Ketut Madiasta
MP3: Giri Nata
MP4: Giri Nata
Region 4 (Kalimantan)
MP1: Imam Mico
MP2: Imam Mico
MP3: Yongki Taher
MP4: Yongki Taher
Region 5 (Sulawesi, Maluku, Papua)
MP1: Herman Bas
MP2: Herman Bas
MP3: Syahrul Amin
MP4: M Wildan Goma
Klasemen sementara MP1 Region 1 (Jawa):
MP1 (Bebek 125 cc 4 Tak Tune Up Seeded)
1. Sulung Giwa (Yamaha) 91 poin
2. R Fadhil (Yamaha) 87 poin
3. Willy Hammer (Honda) 84 poin
Editor : Aloysius Gonsaga AE
Medan jalur tersebut melintas kawasan perkotaan, pedesaan, persawahan, hingga jalur pegunungan Ijen yang penuh dengan point tanjakan.
Ketua Panitia BTDI 2013, Guntur Priambodo, mengatakan event BTDI selain berorientasi pada olahraga, juga sebagai upaya memperkenalkan keindahan panorama Banyuwangi ke kancah internasional.
''Harapan kami, para peserta akan mempromosikan keindahan alam Banyuwangi kepada dunia internasional setelah mengikuti ajang BTDI ini,'' katanya, Jumat (25/10/2013).
Di etape pertama, pebalap akan menempuh 12 lap sepanjang 129,9 kilometer. ''Di etape ini, pebalap disuguhi jalur landai melintasi perkotaan sebagai arena pemanasan menuju etape selanjutnya,'' terangnya.
Di etape kedua, pebalap akan menempuh jalur naik turun sepanjang 189,6 kilometer dari Wongsorejo menuju Pulau Merah. Meski dinilai jalur neraka, namun jalur ini kata Guntur penuh dengan suguhan panorama alam persawahan dan pantai.
Selanjutnya di etape ketiga, pebalap akan melintas Kecamatan Jajag hingga Genteng dengan karakteristik jalur perbukitan sepanjang 115,7 kilometer. Pada etape terakhir sepanjang 171,3 kilometer, peserta tidak hanya disuguhi jalur panjang, melainkan juga curam dan penuh kelokan menuju kawasan kawah Ijen.
''Banyak diyakini, rute menuju Kawah Ijen ini merupakan rute terbaik se-Asia untuk medan tanjakan balap sepeda,'' kata Ketua Pengprov Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jatim ini.
Editor : Kistyarini
“Ini kondisi yang jarang terjadi, khususnya buat saya di reli nasional. Tapi ini akan jadi tantangan menarik sebagai ajang cari pengalaman. Ini langka,” ujar Ubang yang akan membalap di kelas WRC-2, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (24/10/2013).
Ubang mengatakan, hal terpenting yang harus ia lakukan adalah persiapan ekstra, mulai dari aspek teknis hingga strategi dan kebugaran fisik. Ia harus bisa menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar untuk bisa melanjutkan balapan keesokan harinya. Hal yang sama berlaku untuk Nicola Arena, navigator profesional asal Italia yang akan mendampingi Ubang sepanjang musim ini.
“Saya ingin fokus pada tiga SS awal terlebih dahulu, setelah itu baru memikirkan step berikutnya berdasarkan kondisi terakhir. SS4 sampai SS9 berlangsung siang hari dan semuanya aspal. Pada hari terakhir (Minggu, 27/10/2013) baru ketemu lintasan gravel. Itupun ada dua SS yang 'gado-gado', campuran aspal dan tanah."
"Sebelum sampai ke sana, target pertama adalah bagaimana melewati malam pertama dengan kompetitif. Hasil di sini akan sangat memengaruhi perjalanan berikutnya,” ucap Ubang yang merupakan pebalap Bosowa Fastron Rally Team (BFRT).
Nicola juga optimistis Ubang bisa meraih hasil positif di Spanyol. "Semua hal harus saya sesuaikan dengan driving style-nya Subhan. Ia tak harus setuju dengan masukan saya. Itu penting karena ia yang mengambil keputusan di dalam kokpit."
Editor : Pipit Puspita Rini
Ganda puteri Gebby Ristiyana Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah mampu mengatasi ganda berpengalaman asal India, Jwala Gutta/Ashwini Ponnappa. Gebby/Tiara menang rubber game 21-18, 13-21, 21-17.
Di babak kedua, Gebby/Tiara akan ditantang unggulan 3 asal Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Ini merupakan partai berat karena dalam dua pertemuan sebelum ini, Gebby/Tiara tak mampu mengatasi Matsutomo/Takahashi.
Sementara pasangan yang lebih berpengalaman, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii juga maju ke babak kedua dengan menyingkirkan ganda tuan rumah, Audrey Fontaine/Emilie Lefel 21-9, 21-11. Di babak kedua, Nitya/Gryesia harus berjuang keras saat menghadapi unggulan 7 asal china, Ma Jin/Zhong Qianxin.
Namun di tunggal puteri, Indonesia harus kehilangan pemain utama, Linda Weni Fanetri. Linda tersingkir di tangan pemain Hong Kong, Chan Tsz Ka dan menyerah rubber game 13-21, 21-15, 10-21.
Sumber : tournamentsoftware
Editor : Tjahjo Sasongko
Bertanding di lapangan bulutangkis Taman Langsat Jakarta, Selasa, pasangan Gita/Martin mampu meraih 17 poin. Hasil poin ini didapatkan dengan susah payah, apalagi lawan yang dihadapi adalah salah satu pasangan terbaik yang dimiliki Indonesia. Pertandingan ini berakhir dengan skor 21-17 untuk kemenangan Ricky/Rexy.
Meski kalah, poin yang diraih oleh pasangan Gita/Martin ini sangat berharga karena setiap tiga poin yang diraih mereka sama dengan satu lapangan bulutangkis yang akan dibangun oleh pihak Coca-Cola. Dengan 17 poin yang diraih maka pasangan ini mampu mempersembahkan lima lapangan bulutangkis baru.
"Lapangan ini akan dibangun di tempat-tempat kegiatan umum seperti di Taman Langsat serta permukiman warga. Kami ingin bulutangkis semakin dicintai masyarakat dan akan menjadi sumber inspirasi gerakan juara," kata Gita Wirjawan di sela pencanangan program "Angkat Raketmu".
Menteri Perdagangan itu menjelaskan, pembangunan lapangan bulutangkis di permukiman warga serta tempat-tempat umum merupakan program yang bagus demi meningkatkan kembali prestasi bulutangkis di Indonesia. Dengan pembuatan lapangan baru diharapkan muncul atlet-atlet muda yang potensial.
"Kami akan mendorong pembinaan diluar Jawa, seperti Sumatra maupun lainnya. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan semuanya bisa terwujud dan bulutangkis Indonesia kembali berjaya," katanya menambahkan.
Gita menjelaskan, dengan adanya kerjasama antara PBSI dengan Coca-Cola diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pendorong bagi para atlet untuk terus mengobarkan semangat juara dalam diri sendiri serta diharapkan mampu menginspirasi masyarakat.
"Bagi Indonesia bulutangkis bukan hanya sekedar olahraga yang populer di kalangan masyarakat, namun lebih dari itu. Bulutangkis telah turut menjadi bagian dari kebanggaan bangsa Indonesia. Dan hari ini Coca-Cola turut bangga dapat ikut serta mendukung upaya menggairahkan kembali semangat juara bulutangkis Indonesia," Dirut Coca-Cola Indonesia Martin Gil.
Sementara itu pada pencanangan program yang juga dihadiri oleh Ketua KOI Rita Subowo serta perwakilan pemerintah provinsi DKI Jakarta, telah dipastikan program "Angkat Raketmu" yang berkerjasama dengan PBSI dan Coca-Cola akan membangun dan memfasilitasi setidaknya 10 lapangan bulutangkis di area permukiman warga di lima kota yaitu Banten, Cirebon, Purwokerto, Magelang dan Malang.
Jumlah lapangan bulutangkis yang akan dibangun berpeluang untuk terus bertambah. Hal ini dilakukan demi mendapatkan bibit-bibit baru atlet bulutangkis Indonesia. Apalagi prestasi bulutangkis Tanah Air mulai menunjukkan peningkatkan meski baru bertumpu pada beberapa pemain saja.
Editor : Tjahjo Sasongko
Untuk kedua kalinya PT Harum Energy, Tbk menggelar turnamen tenis di Tanah Air bekerja sama dengan Sportama. Kiprah perusahaan yang bergerak di bidang tambang batubara di olahraga tenis Indonesia diwujudkan dengan mendukung ajang tenis bertajuk Harum Energy National Junior Master 2013, yang digelar pada 23-27 Oktober 2013 di lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta.
"Kami ingin mengubah paradigma tenis Indonesia melalui turnamen ini sekaligus kegiatan pendukungnya, agar menjadi lebih baik dan berprestasi," ujar Paul Sindhunata dari Sportama, Senin (21/10).
Perhelatan yang dipimpin Direktur Turnamen, Rani Yunizar akan memainkan Kelompok Umur (KU) 12, 14, dan 16 tahun putra/putri. Adapun para peserta diambil 10 pemain berdasar pada KU dari hasil Sportama Junior Series 2013 yang berlangsung Januari hingga September 2013 di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Temanggung. Mereka terpilih berdasarkan poin Sportama yang diperoleh melalui turnamen tersebut.
Ajang tenis Harum Energy National Junior Master 2013 tidak menyediakan hadiah uang untuk para petenis junior. Para juara akan mendapat trofi dan sertifikat. Selain itu, untuk juara KU 12 dan 14 akan mengikuti Turnamen Junior di Australia, sedangkan untuk juara KU 16 diberi kesempatan mengikuti Turnamen ITF Junior di Filipina. Para petenis junior di turnamen Harum Energy National Junior Master 2013 diharapkan bisa menunjukkan kualitas permainan terbaik seperti ditunjukkan saat berlaga di Sportama Junior Series 2013.
"Kami sangat senang bisa berkontribusi pada acara ini. Semoga akan banyak petenis terbaik di ajang tenis nasional hingga mancanegara," ujar Veronica Jordan dari Harum Energy.
Selain itu, turnamen Harum Energy National Junior Master 2013 diharapkan bisa membawa angin segar bagi perkembangan dunia tenis nasional, khususnya untuk para petenis junior. Lahirnya bibit-bibit baru menjadi harapan Indonesia saat ini. Semoga ajang bergengsi seperti ini dapat rutin dilaksanakan sehingga pemain mendapatkan wadah untuk mengasah kemampuannya ke level yang lebih tinggi.
Semua peserta Harum Energy Junior Master 2013 beserta orang tua akan diberikan “Workshop” oleh Scott A Del Mastro dari Club Med Academies (CMA) America secara gratis, dan dilaksanakan pada 21 – 22 Oktober 2013. Selain itu, turnamen ini akan dibarengi dengan Harum Energy Men’s Doubles Invitational Tournament dengan total hadiah Rp. 100 juta. Untuk juara akan mendapat hadiah sebesar Rp 50 juta.
Turnamen ini dimeriahkan oleh Black Is Beautiful, PT Arya Group (ERHA Apothecary) dan Bank BNI selaku sponsor pendukung. Kemudian Kentucky Fried Chicken (KFC) sebagai makanan resmi dan Hotel Sultan Jakarta menjadi akomodasi resmi turnamen. Adapun Technifiber sebagai bola resmi turnamen. (*/)
Editor : Tjahjo Sasongko
Chen Long yang merupakan unggulan 2 berhasil mengungguli unggulan pertama asal Malaysia tersebut dalam dua gim 24-22, 21-19. Dalam pertandingan final yang berlangsung di Odense Sports Park, Odense, Chen Long menang dalam 1 jam 8 menit.
Pertandingan dua pemain dua peringkat utama dunia ini berlangsung ketat. Chen Long yang selama ini berusaha melepaskan diri dari bayang-bayang Chong Wei dan pemain China lainnya, Lin Dan bermain dengan determinasi dan teknik yang tinggi.
Chen Long terlebih dulu unggul 8-5 di gim pertama sebelum Chong Wei menyusulnya menjadi 8-13. Kedua pemain kemudian saling berkejaran dalam mengumpulkan poin, sebelum keadaan deuce 22-22 dan diakhiri oleh Chen Long dengan skor 24-22.
Di gim kedua, Chen Long sebenarnya selalu unggul atas lawannya. Ia unggul 13-5 hingga 18-14. Namun Chong Wei yang tidak ingin menyerah mengejar hingga 19-19. Sayang, pemain asal China tersebut mampu merfebut dua poin penting dan mengakhiri perlawanan lawnanya dengan 21-19.
Keberhasilan Chen Long melengkapi kedigdayaan China di ajang Denmark Terbuka Super Series Premier ini. China mampu merebut empat gelar juara dengan gelar juara ganda putera jatuh ke pasangan Korea, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong yang mengalahkan favorit juara Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan 21-19, 21-16.
Berikut hasil lengkap Denmark Terbuka:
Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong [Korea/8]-Mohammad Ahsan/Hendra Setaiwan [Indonesia/1] 21-19, 21-16
Wang Yihan [China/5]-Sung Ji Hyun [Korea/6] 16-21, 21-18, 22-20
Zhang Nan/Zhao Yunlei [China/1]-Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir [Indonesia/3] 21-11, 22-20
Bao Yixin/Tang Jinhua [China]-Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl [Denmarlk/2] 21-16, 21-13
Chen Long [China/2]-Lee Chong Wei [Malaysia/1] 24-22, 21-19
Sumber : tournamentsoftware
Editor : Tjahjo Sasongko
Ahsan/hendra yang diunggulkan di tempat pertama mengalahkan Hashimoto/Hirata dalam rubber game 18-21, 21-17, 21-13.
Pertandingan yang berlangsung di Odense Sports Park, Odense ini berlangsung ketat, terutama pada dua gim awal. Di gim pertama Hashimoto/Hirata mampu unggul lebih dulu 11-7 sebelum kedua ganda bermain sama kuat 18-18. Akhirnya gim pertama direbut ganda Jepang 21-18.
Kondisi serupa terjadi di gim kedua. Kedua ganda saling berkejaran hingga kedudukan 14-14 tetapi kali ini giliran Hendra/Ahsan yang mencuri poin-poin akhir untuk menang 21-17.
Gim ketiga sepenuhnya menjadi milik ganda Indonesia. Mereka unggul 5-0 hingga 15-7 sebelum menutup gim ketiga tersebut 21-13. Pertandingan berlangsung dalam 43 menit.
Di babak semifinal, Hendra/Ahsan akan menunggu pemenang perempatfinal lainnya antara ganda baru China, Cai Yun/Chai Biao dan unggulan 3 asal Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa.
Namun keberhasilan Hendra/Ahsan tidak terjadi di tunggal putera. Satu-satunya wakil Indonesia, Sony Dwi Kuncoro bermain anti klimkas dan dikandaskan pemaian Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk 16-21, 11-21.
Sumber : tournamentsoftware
Editor : Tjahjo Sasongko
Dalam pertandingan babak kedua yang berlangsung di Odense Sports Park, Odense, Denmark, Tontowi/Liliyana menyingkirkan ganda Inggris Chris Langridge/Heather Olver. Mereka menang dua gim 21-11, 21-18.
Dalam pertandingan ini, Tontoi/Liliyana tampil dominan di gim pertama. Mereka ungguil 13-7, 20-10 sebelum menutup gim pertama dengan 21-11.
Sementara di gim kedua, ganda Inggris memberi perlawanan ketat. Kedua ganda saling berkejaran dalam pengumpulan poin hingga 18-18. Namun Tontowi/Liliyana yang diunggulkan di tempat ketiga berhasil menang 21-18.
Di babak perempat final, Owi/Butet akan menghadapi ganda Denmark, Andres Kristiansen/Julie Houmann. Di babak kedua mereka menyingkiurkan ganda Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Miyuki Maeda dalam rubber game 9-21, 21-18, 21-18
Sumber : tournamentsoftware
Editor : Tjahjo Sasongko
"Lahannya sudah siap sekitar enam hektare dan rencananya kolam renang itu akan berkualifikasi internasional yang siap menggelar pertandingan berkelas nasional maupun internasional," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Ahmad Djohara di sela-sela pembukaan Sepak Bola Piala Bupati Bandung di Bandung, Jawa Barat, Rabu.
Menurut Ahmad Djohara, di sekitar Kompleks Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, memiliki lahan dan sebagian telah dibangun sejumlah fasilitas olahraga.
Sedangkan kolam renang bertaraf internasional yang rencananya akan dibangun dengan konsep indoor atau beratap tersebut akan didesain untuk pertandingan bertaraf intrnasional.
Saat ini, kata Ahmad Djohara, belum ada fasilitas olahraga renang bertaraf internasional. Dengan lahan yang masih luar Kabupaten Bandung bisa merealisasikannya.
"Kolam itu akan dilengkapi dengan fasilitas tribun yang bisa menampung ribuan penonton serta fasilitas pertandingan yang modern dan serba digital, sehingga benar-benar siap menjadi tuan rumah PON XIX/2016," katanya.
Saat ini, rencana tersebut masih terus dalam pembahasan dan pembangunannya akan dilakukan dengan anggaran sharing antara Kabupaten Bandung dengan Pemprov Jawa Barat.
"Anggaran pembangunannya direncanakan dilakukan secara sharing dengan Pemprov Jabar, rencana ini terus kami matangkan dan dibahas," katanya.
Ia menyebutkan, kompleks Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung akan menjadi salah satu tempat menggelar pertandingan PON XIX/2016 sekaligus menjadi kompleks olahraga terbesar di Kabupaten Bandung.
Bila terlaksana, kolam renang itu akan menjadi kolam renang bertaraf internal pertama di Jawa Barat yang dibangun secara indoor, sehingga bisa menggelar pertandingan tanpa terpengaruhi oleh cuaca hujan.
"Semuanya akan indoor, bagian atasnya ditutup sehingga bisa menggelar pertandingan tanpa terganggu kondisi cuaca hujan sekalipun," katanya.
Pasca PON XIX/2016, kolam tersebut akan dirawat dan khusus untuk latihan dan pembinaan atlet. Dalam arti, kata dia, tidak akan dibuka untuk umum.
Editor : Tjahjo Sasongko
Pada 201`2 lalu, Cruz membuat tindakan bersejarah dengan menjadi petinju pertama yang mengaku dirinya seorang gay. Setelah pengakuannya tersebut, Cruz mengaku dapat berkonsentrasi pada karir dan mendapat kesempatan melakukan pertarungan perebutan gelar juara dunia di Thomas & Mack Center, Las Vegas menghadapi Orlando salido.
Karena itulah ia mempersiapkan diri dengan maksimal. Ia berharap kemenangan atas Salido akan membawa kebanggaan kepada kelompok homoseksual, mengalahkan lawan dan kelompok homofobia serta menjadi juara dunia
Namun semuanya kemudian berjalan tak sesuai dengan harapan Cruz. Jelang pertarungan paling penting dalam karirnya tersebut, Cruz justru menemukan banyak hambatan. Timnya kehilangan CD yang berisi lagu untuk mengiringinya masuk ring. Kemudian tas berisi sepatu, celana dan sarung tinju miliknya tertinggal di mobil. Puncaknya adalah saat petugas pemasang pembalut tangan Cruz datang terlambat.
Akibatnya Cruz tidak sempat melakukan pemanasan kecil menjelang naik ring. Di atas ring, ia menemukan kenyataan lebih pahit: Orlando Salido ternyata jauh lebih besar, kuat dan berpengalaman. Ia mampu mengatasi kecepatan Cruz, mendikte lawannya dan mengakhiri perlawanannya di ronde ketujuh.
Kekalahan Cruz seperti menjadi antiklimaks dari perjuangannya selama ini. Pengakuan terbuka Cruz bahwa dirinya seorang gay membuatnya dianggap sebagai pemberani. Ia dianggap berani membuka rahasia hidupnya. Hal yang tidak berani dibuka oleh legenda Olimpiade Greg Louganis yang baru berani mengaku setelah pensiun.
Atau juga legenda tinju masa lalu, Emile Griffith yang baru mengaku sebagai seorang gay setelah berusia 67 tahun.
Cruz ingin mematahkan fobia tersebut. Ia memutuskan mengaku saat masih berada di puncak karirnya sebagai petinju. Ia kemudian ingin menyempurnakannya dengan sebuah gelar juara dunia.
Nyatanya, ia gagal. "Sekarang saya hanya ingin pulang, istirahat dan pergi bersama keluarga," kata Cruz di kamar ganti usai kekalahan. "Bagi beberapa orang kekalahan saya menyedihkan. Tetapi bagi yang lain mungkin tidak."
"Kami sudah melakukan apa yang terbaik," kata pelatih Cruz, Juan de Leon. "Tetapi ini memang malam milik Salido."
Ini memang bukan malam milik Cruz. Gelar juara jatuh ke Salido yang memang malam itu mendapat dukungan jauh lebih banyak dari para penonton keturunanan Meksiko.
Saat ini Cruz hanya memikirkan satu rencana yang -jika dia menang- akan menjadi akhir yang indah dan sempurna buat hidupnya. Pada 16 November mendatang ia akan menikah dengan kekasihnya, Jose Manuel.
"Kamu bahagia, Orlando?" tanya ESPN. "Saya bahagia," kata Cruz, namun matanya tidak mau lepas dari tayangan televisi yang saat itu menyiarkan partai puncak antara Juan Manuel Marquez dan Tim Bradley.
Editor : Tjahjo Sasongko
Di nomor ganda putera memang terjadi All Indonesian Final di nomor ganda putra terjadi antara pasangan Berry Angriawan/Ricky Karanda Suwardi yang menghadapi unggulan empat, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Topsportcentrum, Almere tersebut, Wahyu/Ade mampu mengalahkan Berry/Ricky melalui pertandingan rubber game 14-21, 21-18, 21-17.
Gelar ini ternyata merupakan satu-satunya gelar buat Indonesia. Sementara di dua nomor lainya di ganda campuran dan ganda puteri wakil Indonesia kandas di babak final.
Di nomor ganda campuran, pasangan Muhammad Rijal/Debby Susanto yang diunggulkan di tempat pertama justru mengalami anti klimaks saat menghadapi unggulan 2 dari Singapura, Danny Bawa Chrisnanta/Vanessa Neo Yu Yan. Rijal/debby menyerah dalam dua game 19-21, 23-25.
Sementara di nomor ganda putri, Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris juga gagal di final saat menghadapi ganda China, Bao Yixin/Tang Jinhua. Anggia?della dikalahkan dalam dua game 15-21, 7-21.
Semua gelarb juara di turnamen Belanda Terbuka ini dikuasai para pemain negara Asia. Lima negara Asia berbagi gelar juara yaitu Indonesia, Singapura, Thailand, Hong Kong dan China mendapat gelar juara.
Hasil pertandingan final belanda Terbuka, Minggu (13/10/2013).
Danny Bawa CHRISNANTA/Yan Vanessa NEO [Singapore/2]-Muhammad RIJAL/Debby SUSANTO [Indonesia/1] 21-19,25-23
Nan WEI [Hong Kong]-Yan Kit CHAN [Hong Kong/8] 21-15, 21-18
Busanan ONGBUMRUNGPAN [Thailand/2]-Juan GU [Singapore/3] 21-12, 21-12
Yixin BAO/Jinhua TANG [China]-Anggia Shitta AWANDA/Della Destiara HARIS [Indonesia] 21-15, 21-75
Wahyu Nayaka ARYA PANKARYANIRA/Ade YUSUF [Indonesia/4]-Berry ANGRIAWAN/Ricky Karanda SUWARDI [Indonesia] 14-21, 21-18, 21-17
Editor : Tjahjo Sasongko
Setelah memenangi set pertama dengan cukup mudah, Djokovic unggul cepat di set kedua dengan 4-2. Tetapi, Tsonga mendekat dan berhasil menggagalkan satu kali match point Djokovic, sebelum akhirnya harus menelan kekalahan.
"Penting bagi saya untuk lolos ke final," kata Djokovic. "Servis saya sangat terkontrol, sangat efisien. Saya mencoba memaksimalkan lebar lapangan dan membuat dia banyak bergerak. Saya tahu dia senang mendapatkan target dan bermain dari sudut backhand, jadi saya tidak membiarkan dia berada di daerah nyamannya."
Di final, Djokovic akan menghadapi Juan Martin del Potro, yang di luar dugaan mengalahkan petenis nomor satu dunia, Rafael Nadal, di semifinal dengan 6-2, 6-4. Hasil ini juga mengantar del Potro menjadi orang keempat yang lolos ke ATP World Tour Finals, menyusul Nadal, Djokovic, dan David Ferrer. Andy Murray yang sebelumnya sudah lolos, mundur karena harus menjalani pemulihan pascaoperasi pada pinggang.
"Saya bermain solid sepanjang pertandingan," aku del Potro. "Saya melihat Rafa bermain sangat jauh di garis belakang, yang bagus untuk permainan saya, untuk servis, dan rasa percaya diri saya. Itulah cara bagaimana saya mengalahkan dia."
Djokovic dan del Potro sudah 12 kali saling berhadapan. Rekor pertemuan masih dipegang Djokovic dengan 9-3.
Editor : Pipit Puspita Rini
Rijal/Debby yang diunggulkan di tempat pertama mengalahkan ganda China, kang Jun/Huang Yaqiong 21-7, 21-19 dalam pertandingan yang berlangsung di Topsportcentrum, Almere.
Muhammad Rijal/Debby Susanto tak akan berlaga mewakili Indonesia pada SEA Games 2013, di Myanmar, Desember mendatang. Rijal yang dianggap tak tampil maksimal akan digantikan Ricky Karanda Suwardi.
Sayangnya ganda campuran yang lain, Irfan Fadhilah/Weni Anggraini harus kandas di babak perempat final. Irfan/Weni yang menempati unggulan keempat turnamen ini disingkirkan ganda China Lu Kai/Tang Jinhua 12-21, 11-21.
Dengan lolosnya Rijal/Debby, Indonesia sementara memastikan dua tempat di babak semifinal. Di nomor ganda putera dua ganda Berry Angriawan/Ricky Karanda Suwardi akan menghadapi sesama ganda Indonesia, Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana.
Editor : Tjahjo Sasongko