Powered by Blogger.

Popular Posts Today

KOMPAS.com - Megapolitan

Written By Unknown on Tuesday, November 6, 2012 | 9:05 AM

KOMPAS.com - MegapolitanKOMPAS.comIbu Pergoki Anaknya Diperkosa SuamiKerugian Perampokan Pegadaian Cipete Rp 2,2 MiliarTopografi Wilayah Pengaruhi Kualitas Tindak Kriminal di JakselTragis! Anak 7 Tahun Diperkosa Ayah TirinyaBawa Sabu di Kaki, Ide Bos NarkobaPolisi Kesulitan Ungkap Perampok Empat Kantor PegadaianPKL di Jakarta Butuh PendampinganCara Unik Jokowi Pimpin Simulasi BanjirKapasitas Posko Banjir dan Korban Tak SeimbangBiang Kebakaran di Klender, Cekcok Keluarga atau KorsletProdusen Miras Ilegal Terancam Hukuman Lima Tahun PenjaraSitu Pengasinan DinormalisasiWarga Tanah Merah Tak Sabar Punya RT RW12 Pegadaian di Jakarta Pusat Rawan PerampokanSindikat Narkoba Malaysia Manfaatkan Ojek di Jakarta


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Tue , 06 Nov 2012 23:45:04 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/23212586/Ibu.Pergoki.Anaknya.Diperkosa.Suami Tue , 06 Nov 2012 23:21:25 UTC+0700Pemerkosaan terhadap bocah berumur 7 tahun oleh ayah tirinya, NA 30, dipergoki oleh ibu korban. Ibunya justru pergi bersama pelaku. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/23212586/Ibu.Pergoki.Anaknya.Diperkosa.Suami">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/23212586/Ibu.Pergoki.Anaknya.Diperkosa.Suami http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/23000436/Kerugian.Perampokan.Pegadaian.Cipete.Rp.2.2.Miliar Tue , 06 Nov 2012 23:00:04 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1136077-lks--pegadaian-yang-dirampok-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Perampokan yang terjadi di kantor Pegadaian Unit Pembantu Cabang Cipete Raya, Jakarta Selatan, Senin kemarin, menyebabkan kerugian miliaran rupiah <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/23000436/Kerugian.Perampokan.Pegadaian.Cipete.Rp.2.2.Miliar">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/23000436/Kerugian.Perampokan.Pegadaian.Cipete.Rp.2.2.Miliar http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/22091489/Topografi.Wilayah.Pengaruhi.Kualitas.Tindak.Kriminal.di.Jaksel Tue , 06 Nov 2012 22:09:14 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/08/27/1444462t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Angka kejahatan di Jakarta Selatan menurun, tetapi kualitas kejahatan di tempat tersebut mengalami peningkatan. Kondisi topografi memengaruhinya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/22091489/Topografi.Wilayah.Pengaruhi.Kualitas.Tindak.Kriminal.di.Jaksel">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/22091489/Topografi.Wilayah.Pengaruhi.Kualitas.Tindak.Kriminal.di.Jaksel http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21495560/Tragis.Anak.7.Tahun.Diperkosa.Ayah.Tirinya Tue , 06 Nov 2012 21:49:55 UTC+0700Seorang anak berusia 7 tahun berinisial Y diperkosa oleh bapak tirinya sendiri, NA 30. Pemerkosaan tersebut sudah dilakukan empat kali. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21495560/Tragis.Anak.7.Tahun.Diperkosa.Ayah.Tirinya">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21495560/Tragis.Anak.7.Tahun.Diperkosa.Ayah.Tirinya http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21394590/Bawa.Sabu.di.Kaki..Ide.Bos.Narkoba Tue , 06 Nov 2012 21:39:45 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/2139545-begini-sabu-dililitkan-di-kaki-tsk-asn.jpg-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tersangka penyelundup 2 kilogram sabu, DW dan AST, mengaku baru pertama kali membawa sabu ke Indonesia. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21394590/Bawa.Sabu.di.Kaki..Ide.Bos.Narkoba">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21394590/Bawa.Sabu.di.Kaki..Ide.Bos.Narkoba http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21375264/Polisi.Kesulitan.Ungkap.Perampok.Empat.Kantor.Pegadaian Tue , 06 Nov 2012 21:37:52 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1134423-lks--pegadaian-yang-dirampok-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pihak kepolisian mengaku kesulitan mengungkap perampokan di empat kantor Pegadaian di wilayah Jakarta Selatan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21375264/Polisi.Kesulitan.Ungkap.Perampok.Empat.Kantor.Pegadaian">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21375264/Polisi.Kesulitan.Ungkap.Perampok.Empat.Kantor.Pegadaian http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21183621/PKL.di.Jakarta.Butuh.Pendampingan. Tue , 06 Nov 2012 21:18:36 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/20/1325593t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jika hanya sewa kios yang digratiskan, kami masih perlu mengeluarkan biaya tambahan lagi <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21183621/PKL.di.Jakarta.Butuh.Pendampingan.">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21183621/PKL.di.Jakarta.Butuh.Pendampingan. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21182425/Cara.Unik.Jokowi.Pimpin.Simulasi.Banjir Tue , 06 Nov 2012 21:18:24 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1031245-apel-banjir-jokowi-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Apel siaga banjir ala Jokowi jauh dari pidato sambutan panjang lebar. Para peserta justru langsung disuruh praktik seakan bermain drama. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21182425/Cara.Unik.Jokowi.Pimpin.Simulasi.Banjir">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21182425/Cara.Unik.Jokowi.Pimpin.Simulasi.Banjir http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20560239/Kapasitas.Posko.Banjir.dan.Korban.Tak.Seimbang Tue , 06 Nov 2012 20:56:02 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1041023-jokowi-datang-posko-korban-banjir-siap-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kapasitas posko penanggulangan banjir dengan warga di wilayah langganan banjir di Jakarta Timur dinilai tidak imbang. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20560239/Kapasitas.Posko.Banjir.dan.Korban.Tak.Seimbang">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20560239/Kapasitas.Posko.Banjir.dan.Korban.Tak.Seimbang http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20415720/Biang.Kebakaran.di.Klender..Cekcok.Keluarga.atau.Korslet Tue , 06 Nov 2012 20:41:57 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1254543-mantan-suami-bakar-istri-picu-kebakaran-di-klender-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Penyebab kebakaran di Klender, Selasa dini hari, masih belum diketahui. Ada yang menyebutnya akibat cekcok suami-istri, ada yang bilang korslet. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20415720/Biang.Kebakaran.di.Klender..Cekcok.Keluarga.atau.Korslet">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20415720/Biang.Kebakaran.di.Klender..Cekcok.Keluarga.atau.Korslet http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20404731/Produsen.Miras.Ilegal.Terancam.Hukuman.Lima.Tahun.Penjara.. Tue , 06 Nov 2012 20:40:47 UTC+0700Para pelaku dijerat Pasal 55 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20404731/Produsen.Miras.Ilegal.Terancam.Hukuman.Lima.Tahun.Penjara..">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20404731/Produsen.Miras.Ilegal.Terancam.Hukuman.Lima.Tahun.Penjara.. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20283538/Situ.Pengasinan.Dinormalisasi Tue , 06 Nov 2012 20:28:35 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/2026061-normalisasi-situ-pengasinan-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Situ Pengasinan di Kecamatan Bojongsari Kota Depok, kini dinormalisasi agar bisa menjadi bagian dalam mengatasi banjir di kawasan Jabodetabek. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20283538/Situ.Pengasinan.Dinormalisasi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20283538/Situ.Pengasinan.Dinormalisasi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20121926/Warga.Tanah.Merah.Tak.Sabar.Punya.RT.RW Tue , 06 Nov 2012 20:12:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1320157-joko-di-tn-merah-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Warga Tanah Merah yang selama ini menumpang di lahan milik Pertamina meminta Jokowi segera merealisasikan rencananya membentuk RT RW di sana. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20121926/Warga.Tanah.Merah.Tak.Sabar.Punya.RT.RW">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20121926/Warga.Tanah.Merah.Tak.Sabar.Punya.RT.RW http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20101734/12.Pegadaian.di.Jakarta.Pusat.Rawan.Perampokan Tue , 06 Nov 2012 20:10:17 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/12/1950392t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Polres Jakarta Pusat melansir, ada 12 Kantor Pegadaian di wilayah Jakarta Pusat yang rawan perampokan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20101734/12.Pegadaian.di.Jakarta.Pusat.Rawan.Perampokan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20101734/12.Pegadaian.di.Jakarta.Pusat.Rawan.Perampokan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20081543/Sindikat.Narkoba.Malaysia.Manfaatkan.Ojek.di.Jakarta Tue , 06 Nov 2012 20:08:15 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/19/1106445t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Polisi menangkap 13 pengedar narkoba dari sindikat di Malaysia. Mereka kerap menggunakan jasa ojek untuk mengedarkan narkoba di Jakarta. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20081543/Sindikat.Narkoba.Malaysia.Manfaatkan.Ojek.di.Jakarta">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20081543/Sindikat.Narkoba.Malaysia.Manfaatkan.Ojek.di.Jakarta


KOMPAS.com - MegapolitanKOMPAS.comIbu Pergoki Anaknya Diperkosa SuamiKerugian Perampokan Pegadaian Cipete Rp 2,2 MiliarTopografi Wilayah Pengaruhi Kualitas Tindak Kriminal di JakselTragis! Anak 7 Tahun Diperkosa Ayah TirinyaBawa Sabu di Kaki, Ide Bos NarkobaPolisi Kesulitan Ungkap Perampok Empat Kantor PegadaianPKL di Jakarta Butuh PendampinganCara Unik Jokowi Pimpin Simulasi BanjirKapasitas Posko Banjir dan Korban Tak SeimbangBiang Kebakaran di Klender, Cekcok Keluarga atau KorsletProdusen Miras Ilegal Terancam Hukuman Lima Tahun PenjaraSitu Pengasinan DinormalisasiWarga Tanah Merah Tak Sabar Punya RT RW12 Pegadaian di Jakarta Pusat Rawan PerampokanSindikat Narkoba Malaysia Manfaatkan Ojek di Jakarta


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Tue , 06 Nov 2012 23:45:04 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/23212586/Ibu.Pergoki.Anaknya.Diperkosa.Suami Tue , 06 Nov 2012 23:21:25 UTC+0700Pemerkosaan terhadap bocah berumur 7 tahun oleh ayah tirinya, NA 30, dipergoki oleh ibu korban. Ibunya justru pergi bersama pelaku. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/23212586/Ibu.Pergoki.Anaknya.Diperkosa.Suami">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/23212586/Ibu.Pergoki.Anaknya.Diperkosa.Suami http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/23000436/Kerugian.Perampokan.Pegadaian.Cipete.Rp.2.2.Miliar Tue , 06 Nov 2012 23:00:04 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1136077-lks--pegadaian-yang-dirampok-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Perampokan yang terjadi di kantor Pegadaian Unit Pembantu Cabang Cipete Raya, Jakarta Selatan, Senin kemarin, menyebabkan kerugian miliaran rupiah <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/23000436/Kerugian.Perampokan.Pegadaian.Cipete.Rp.2.2.Miliar">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/23000436/Kerugian.Perampokan.Pegadaian.Cipete.Rp.2.2.Miliar http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/22091489/Topografi.Wilayah.Pengaruhi.Kualitas.Tindak.Kriminal.di.Jaksel Tue , 06 Nov 2012 22:09:14 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/08/27/1444462t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Angka kejahatan di Jakarta Selatan menurun, tetapi kualitas kejahatan di tempat tersebut mengalami peningkatan. Kondisi topografi memengaruhinya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/22091489/Topografi.Wilayah.Pengaruhi.Kualitas.Tindak.Kriminal.di.Jaksel">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/22091489/Topografi.Wilayah.Pengaruhi.Kualitas.Tindak.Kriminal.di.Jaksel http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21495560/Tragis.Anak.7.Tahun.Diperkosa.Ayah.Tirinya Tue , 06 Nov 2012 21:49:55 UTC+0700Seorang anak berusia 7 tahun berinisial Y diperkosa oleh bapak tirinya sendiri, NA 30. Pemerkosaan tersebut sudah dilakukan empat kali. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21495560/Tragis.Anak.7.Tahun.Diperkosa.Ayah.Tirinya">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21495560/Tragis.Anak.7.Tahun.Diperkosa.Ayah.Tirinya http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21394590/Bawa.Sabu.di.Kaki..Ide.Bos.Narkoba Tue , 06 Nov 2012 21:39:45 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/2139545-begini-sabu-dililitkan-di-kaki-tsk-asn.jpg-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tersangka penyelundup 2 kilogram sabu, DW dan AST, mengaku baru pertama kali membawa sabu ke Indonesia. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21394590/Bawa.Sabu.di.Kaki..Ide.Bos.Narkoba">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21394590/Bawa.Sabu.di.Kaki..Ide.Bos.Narkoba http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21375264/Polisi.Kesulitan.Ungkap.Perampok.Empat.Kantor.Pegadaian Tue , 06 Nov 2012 21:37:52 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1134423-lks--pegadaian-yang-dirampok-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pihak kepolisian mengaku kesulitan mengungkap perampokan di empat kantor Pegadaian di wilayah Jakarta Selatan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21375264/Polisi.Kesulitan.Ungkap.Perampok.Empat.Kantor.Pegadaian">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21375264/Polisi.Kesulitan.Ungkap.Perampok.Empat.Kantor.Pegadaian http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21183621/PKL.di.Jakarta.Butuh.Pendampingan. Tue , 06 Nov 2012 21:18:36 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/20/1325593t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jika hanya sewa kios yang digratiskan, kami masih perlu mengeluarkan biaya tambahan lagi <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21183621/PKL.di.Jakarta.Butuh.Pendampingan.">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21183621/PKL.di.Jakarta.Butuh.Pendampingan. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21182425/Cara.Unik.Jokowi.Pimpin.Simulasi.Banjir Tue , 06 Nov 2012 21:18:24 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1031245-apel-banjir-jokowi-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Apel siaga banjir ala Jokowi jauh dari pidato sambutan panjang lebar. Para peserta justru langsung disuruh praktik seakan bermain drama. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21182425/Cara.Unik.Jokowi.Pimpin.Simulasi.Banjir">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/21182425/Cara.Unik.Jokowi.Pimpin.Simulasi.Banjir http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20560239/Kapasitas.Posko.Banjir.dan.Korban.Tak.Seimbang Tue , 06 Nov 2012 20:56:02 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1041023-jokowi-datang-posko-korban-banjir-siap-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kapasitas posko penanggulangan banjir dengan warga di wilayah langganan banjir di Jakarta Timur dinilai tidak imbang. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20560239/Kapasitas.Posko.Banjir.dan.Korban.Tak.Seimbang">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20560239/Kapasitas.Posko.Banjir.dan.Korban.Tak.Seimbang http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20415720/Biang.Kebakaran.di.Klender..Cekcok.Keluarga.atau.Korslet Tue , 06 Nov 2012 20:41:57 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1254543-mantan-suami-bakar-istri-picu-kebakaran-di-klender-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Penyebab kebakaran di Klender, Selasa dini hari, masih belum diketahui. Ada yang menyebutnya akibat cekcok suami-istri, ada yang bilang korslet. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20415720/Biang.Kebakaran.di.Klender..Cekcok.Keluarga.atau.Korslet">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20415720/Biang.Kebakaran.di.Klender..Cekcok.Keluarga.atau.Korslet http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20404731/Produsen.Miras.Ilegal.Terancam.Hukuman.Lima.Tahun.Penjara.. Tue , 06 Nov 2012 20:40:47 UTC+0700Para pelaku dijerat Pasal 55 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20404731/Produsen.Miras.Ilegal.Terancam.Hukuman.Lima.Tahun.Penjara..">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20404731/Produsen.Miras.Ilegal.Terancam.Hukuman.Lima.Tahun.Penjara.. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20283538/Situ.Pengasinan.Dinormalisasi Tue , 06 Nov 2012 20:28:35 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/2026061-normalisasi-situ-pengasinan-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Situ Pengasinan di Kecamatan Bojongsari Kota Depok, kini dinormalisasi agar bisa menjadi bagian dalam mengatasi banjir di kawasan Jabodetabek. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20283538/Situ.Pengasinan.Dinormalisasi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20283538/Situ.Pengasinan.Dinormalisasi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20121926/Warga.Tanah.Merah.Tak.Sabar.Punya.RT.RW Tue , 06 Nov 2012 20:12:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1320157-joko-di-tn-merah-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Warga Tanah Merah yang selama ini menumpang di lahan milik Pertamina meminta Jokowi segera merealisasikan rencananya membentuk RT RW di sana. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20121926/Warga.Tanah.Merah.Tak.Sabar.Punya.RT.RW">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20121926/Warga.Tanah.Merah.Tak.Sabar.Punya.RT.RW http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20101734/12.Pegadaian.di.Jakarta.Pusat.Rawan.Perampokan Tue , 06 Nov 2012 20:10:17 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/12/1950392t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Polres Jakarta Pusat melansir, ada 12 Kantor Pegadaian di wilayah Jakarta Pusat yang rawan perampokan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20101734/12.Pegadaian.di.Jakarta.Pusat.Rawan.Perampokan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20101734/12.Pegadaian.di.Jakarta.Pusat.Rawan.Perampokan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20081543/Sindikat.Narkoba.Malaysia.Manfaatkan.Ojek.di.Jakarta Tue , 06 Nov 2012 20:08:15 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/19/1106445t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Polisi menangkap 13 pengedar narkoba dari sindikat di Malaysia. Mereka kerap menggunakan jasa ojek untuk mengedarkan narkoba di Jakarta. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20081543/Sindikat.Narkoba.Malaysia.Manfaatkan.Ojek.di.Jakarta">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/06/20081543/Sindikat.Narkoba.Malaysia.Manfaatkan.Ojek.di.Jakarta


9:05 AM | 0 komentar | Read More

VIDEO: 6.000 Kembang Api Warnai 'Jinshan Fireworks Festival'

Written By Unknown on Monday, November 5, 2012 | 9:49 AM



Selain tuan rumah, sejumlah negara, seperti Belgia, Portugal, dan Amerika Serikat, turut mewarnai langit China

Jinshan International Beach Music Fireworks Festival di Shanghai, China, menampilkan ribuan kembang api dari berbagai negara.

Selain tuan rumah, sejumlah negara, seperti Belgia, Portugal, dan Amerika Serikat, turut mewarnai langit China selama 40 menit dengan kembang apinya. Dalam kegiatan itu, panitia juga menyajikan iringan musik yang menggambarkan budaya nasional China.

9:49 AM | 0 komentar | Read More

Bawaslu Desak DKPP Periksa 7 Komisioner KPU





Bawaslu Desak DKPP Periksa 7 Komisioner KPU





Penulis : Aditya Revianur | Senin, 5 November 2012 | 22:35 WIB











JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendesak Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memeriksa tujuh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU).


Hal tersebut menindaklanjuti laporan anggota komisi II DPR Arif Wibowo yang menyatakan adanya dugaan pelanggaran undang-undang dan kode etik dalam proses verifikasi administrasi parpol calon peserta pemilu 2014 oleh KPU.


"Dalam temuan Bawaslu, mereka (Tujuh Komisioner KPU) diduga melakukan pelanggaran administrasi dan kode etik dalam proses pendaftaran, penelitian administrasi hasil perbaikan dan penundaan pengumuman (verifikasi administrasi)," kata Ketua Bawaslu Muhammad di kantornya, Jakarta, Senin (5/11/2012).


Muhammad mengatakan, pengadaan Sistem Informasi Partai Politik dinilai Bawaslu menyalahi kode etik. Sebab itu, KPU diduga melanggar pasal 7 peraturan 13 Tahun 2012 tentang Kode Etik Penyelenggaraan Pemilu. KPU juga dikenai pasal 2 juncto pasal 26 ayat (2) UU No. 15 tahun 2011.


Bawaslu menilai KPU juga melanggar peraturannya sendiri. KPU tidak mentaati pasal 11 huruf a dan c dan Pasal 16 huruf a, huruf b dan huruf c Peraturan KPU No. 13 tahun 13 tahun 2012.


"DKPP harus segera memeriksa, memverifikasi dan memutus tujuh komisioner KPU terkait dengan adanya dugaan-dugaan (Pelanggaran) itu," tandasnya.


Ketujuh komisoner KPU yang direkomendasikan diperiksa DKPP adalah Ketua KPU Husni Kamil Manik, Komisioner Ida Budiati, Hadar Navis Gumay, Fery Kurnia Rizkiansyah, Arief Budiman, Sigit Pamungkas, dan Juri Ardiantoro.

















9:26 AM | 0 komentar | Read More

Sektor Pertanian Makin Ditinggalkan


JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan sektor pertanian mengalami penurunan tenaga kerja. Dengan demikian, sektor ini mengalami penurunan terbesar dibanding sektor lainnya.


"Sektor pertanian ini mengalami penurunan tenaga kerja sebesar 450 ribu orang atau mencapai 1,14 persen dibanding total tenaga kerja," kata Kepala BPS Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin (5/11/2012).


Menurut Suryamin, jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2012 mencapai 110,8 juta orang atau naik 1,1 juta orang dibanding Agustus 2011. Dari jumlah itu, sekitar 38,88 juta orang bekerja di sektor pertanian. Jumlah tersebut turun dibandingkan posisi Agustus 2011 yang masih sebesar 39,33 juta orang. Bahkan di Februari 2011, jumlah pekerja di sektor pertanian masih mencapai 42,48 juta orang.


"Ini artinya sektor pertanian mulai ditinggalkan," tambahnya.


Sementara sektor lain yang juga mengalami penurunan adalah sektor perdagangan sekitar 250 ribu orang (1,07 persen), sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi sebesar 80 ribu orang (1,57 persen). Di sisi lain, ada sektor-sektor yang mengalami kenaikan jumlah tenaga kerja. Misalnya sektor industri yang naik dari 14,54 juta orang menjadi 15,37 juta orang, sektor konstruksi yang naik dari 6,34 juta orang menjadi 6,79 juta orang.


Selain itu, ada kenaikan di sektor jasa kemasyarakatan yang naik dari 16,65 juta orang menjadi 17,1 juta orang. Sementara dari tingkat pengangguran terbuka di Indonesia hingga Agustus 2012 justru sudah mengalami penurunan dari 6,56 persen menjadi 6,14 persen.  












9:14 AM | 0 komentar | Read More

Klitschko Mengenang Emanuel Steward




Klitschko Mengenang Emanuel Steward





Senin, 5 November 2012 | 23:21 WIB













SI


Emmanuel Steward dan Thomas Hearns





Hamburg, Kompas.com - Juara dunia tinju kelas berat, Wladimir Klitschko ingin mengenang mantan pelatihnya, Emanuel Steward saat bertarung akhir pekan ini.

Klitschko akan mempertahankan  gelar juara dunia yang disandangnya menghadapi petinju Polandia, Mariusz Wach di Hamburg, akhir pekan ini.

Emanuel Steward meninggal dunia pekan lalu dalam usia 68. steward yangt tengah menangani Manny Pacquiaio meninggal akibat sakit setelah menjalani operasii.

Vladiir Klitschko yang memiliki rekor bertarung 58 menang dan 3 kalah akan menghadap wac,i petinju bertubuh tinggi besar.







Editor :


A. Tjahjo Sasongko















9:07 AM | 0 komentar | Read More

Jokowi Siapkan 10 Konsep Penataan Kampung


JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah menyiapkan konsep-konsep penataan kampung di kawasan padat penduduk dalam draf rancangan peraturan daerah Rencana Detail Tata Ruang (Raperda RDTR). Jokowi mengklaim telah menyiapkan 10 konsep kampung untuk seratus lokasi padat penduduk.




Kita tahun depan penginnya seratus titik dengan konsep banyak. Tidak hanya kampung deret, ada kampung vertical housing, superkampung, kampung kampus, kampung SCBD, pokoknya ada sepuluhlah kampungnya


-- Joko Widodo




"Kita tahun depan penginnya seratus titik dengan konsep banyak. Tidak hanya kampung deret, ada kampung vertical housing, superkampung, kampung kampus, kampung SCBD, pokoknya ada sepuluhlah kampungnya," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (5/11/2012).


Jokowi menambahkan, proses penataan kampung ini membutuhkan waktu yang sangat panjang. Hal itu dikarenakan setiap penataan kampung perlu melalui proses pemetaan dan perencanaan komunitas.


"Ini kan kita masih proses, sekarang sudah mulai proses community mapping. Nanti kalau community mapping selesai, baru memasuki community planning. Kalau itu sudah selesai, baru nanti masuk ke pelaksanaan. Memang memakan waktu karena itu pembangunan yang partisipatif," kata Jokowi.


Mengenai anggaran penataan kampung itu, Jokowi mengatakan bahwa hal itu masih memerlukan persetujuan dewan dan rencananya akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013. "Ini belum bicara sampai ke situ, masih persetujuan Dewan. Bujetnya masih di Dewan, nanti kalau sudah disetujui baru nanti melangkah ke community planning," ujarnya.


Hal ini menunjukkan bahwa Raperda RDTR tidak dapat disahkan pada akhir tahun ini. Jokowi menegaskan, penyusunan RDTR akan dibuat lebih matang. Sebelum program ini dapat dilaksanakan, Jokowi juga telah meminta dinas terkait, seperti Dinas Tata Ruang DKI, Badan Perencaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan elemen masyarakat untuk menyiapkan konsep ini diatur secara menyeluruh.


Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta Novizal menyebutkan, kampung deret susun dipastikan dilaksanakan di seratus kampung kumuh di Jakarta. "Misalnya saja, di Tambora, Angke, Cengkareng, Manggarai, dan sebagainya. Lokasi pastinya masih menunggu usulan dari Wali Kota wilayah administrasi. Di dalam usulan itu terdapat data lahan yang sesuai dengan persyaratan," kata Novizal.


Novizal menambahkan, tahun depan Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah akan memulai pelaksanaan detailed engineering design (DED) dan lelang terhadap rencana-rencana tersebut. Penyusunan ini memakan waku 8,5 bulan.












9:05 AM | 0 komentar | Read More

Mengenal Sosok Untung Radjab Lewat Buku

Written By Unknown on Sunday, November 4, 2012 | 9:49 AM


Launcing buku Untung S Radjab

Launcing buku Untung S Radjab (sumber: Istimewa)




"Di sisi lain kita belajar sebuah keteladanan dari seorang pemimpin."

Ahmad Bahar, penulis buku Untung S Radjab bertajuk, "Belajar Menertawakan Diri Sendiri", menilai Jenderal bintang dua itu merupakan dua sosok yang berbeda. Galak, namun penuh guyonan.

"Penulisan buku ini merupakan inisiatif saya. Kebetulan menurut saya, beliau merupakan sosok jenderal yang berbeda dengan jenderal-jenderal lain. Dia galak, kadang sering bentak-bentak, tapi kerap juga bercanda. Anehnya walau kadang sering marah, anak buahnya bukan takut tapi semakin dekat," ujar Ahmad usai launching buku "Belajar Menertawakan Diri Sendiri", di Gramedia Matraman, Jakarta Timur, hari ini.

Dikatakan Ahmad, buku itu diharapkan memberikan inspirasi kepada pembacanya untuk berkaca diri dan menghargai orang lain.

"Inti dari buku ini adalah, bahwa hidup itu harus bisa berkaca atau melihat diri sendiri sebelum menilai orang lain. Isinya bisa menjadi prinsip kehatian-hatian dan menghargai orang lain," tambahnya.

Ahmad mengatakan, isi buku ini lebih banyak mengangkat cerita konyol dan lucu. Kendati lucu, tapi sesungguhnya cerita ini menarik untuk dicermati dan teladani.

"Di sisi lain kita belajar sebuah keteladanan dari seorang pemimpin. Pemimpin yang galak, disiplin, lucu dan taat beragama," terangnya.

Menyoal apa kesulitan yang dihadapi dalam pembuatan buku, Ahmad menuturkan, hambatannya hanya masalah waktu.

"Kesulitannya hanya waktu saja. Kebetulan setahun ini beliau kerja luar biasa. Alhamdulillah, saya sudah kenal lama sehingga bisa menjalin komunikasi dengan mudah. Saya kebetulan sering nongkrong malam-malam sama beliau, sampai jam 01.00, sambil nyanyi-nyanyi dan ngobrol," terangnya.

Ahmad menyampaikan, kehadiran buku ini sekaligus sebagai hadiah ulang tahun Untung S Radjab.

"Kebetulan, penyelesaian buku itu pas tanggal 8 Oktober kemarin. Beliau tepat 68 tahun pada hari itu. Semoga buku ini bisa bermanfaat buat banyak orang," tandasnya.

9:49 AM | 0 komentar | Read More

Jenazah Terduga Teroris Poso Belum Teridentifikasi


JAKARTA, KOMPAS.com — Identitas seorang teroris yang tewas dalam baku tembak di Desa Karola, Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, Rabu (31/10/2012) belum diketahui pasti. Kepolisian masih menunggu keluarga teroris untuk mendapatkan sampel pembanding yang dapat mengungkap identitas resminya.


"Belum dapat sampelnya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar melalui pesan singkat, Minggu (4/11/2012).


Sebelumnya, menurut keterangan terduga teroris yang ditangkap, teroris yang tewas tersebut bernama Jipo alias Ibeng. Namun, polisi belum menemukan kartu tanda penduduk (KTP) Jipo. Jipo, kata Boy, diketahui berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Boy pun memaparkan ciri-ciri Jipo agar mudah dikenali oleh keluarganya.


"Dari hasil pemeriksaan tim DVI, warna kulitnya sawo matang, rambut keriting warna hitam, badan kurus, hidung lurus, dagu panjang, muka lonjong, bibir biasa, tinggi 172 cm," terang Boy.


Boy mengimbau pihak keluarga yang mengenal ciri-ciri tersebut untuk segera mendatangi Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta. Selain untuk mengidentifikasi lebih lanjut, jenazah juga akan diserahkan kepada keluarga.


"Jadi kepada keluarga, jika mengenali pihak yang saat ini kita periksa, dapat hubungi kami," imbuhnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, Jipo tewas saat upaya penangkapan oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Rabu (31/10/2012). Selain Jipo, saat itu, kepolisian juga menangkap MR dan RH yang kini telah berada di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok. Saat penangkapan, polisi juga menyita senjata api, tujuh bom pipa, dan bahan-bahan peledak.


Menurut Boy, mereka tercatat mengikuti pelatihan di Gunung Biru, kawasan Tamanjeka, Poso. Mereka juga diduga terlibat teror ledakan bom yang terjadi beberapa waktu lalu di Poso. Pada Sabtu (3/11/2012), Densus 88 juga meringkus jaringan Poso, yakni Abdul Khalid dan MY, di Jalan Pulau Irian, Kelurahan Kayamanya, Kecamatan Poso Kota.


Abdul Khalid tewas dalam baku tembak tersebut. Keduanya diduga terlibat beberapa aksi teror di Palu dan Poso serta termasuk jaringan Santoso, teroris yang masih diburu kepolisian. Santoso adalah pemimpin pelatihan militer di wilayah Poso. Ia juga diduga kuat terlibat dalam sejumlah aksi teror, termasuk dalam aksi penembakan tiga anggota polisi di BCA Palu pada 25 Mei 2011.












9:26 AM | 0 komentar | Read More

PGN Gandeng Shell Jajaki Potensi LNG




PGN Gandeng Shell Jajaki Potensi LNG





Penulis : Evy Rachmawati | Minggu, 4 November 2012 | 22:15 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - PT Shell Indonesia dan PT Perusahaan Gas Negara menandatangani nota kesepahaman untuk studi gas alam cair (LNG) di Indonesia. Kedua perusahaan menjajaki potensi pengembangan dan pengoperasian LNG skala kecil.


Nota kesepahaman ini mengatur kerjasama dan koordinasi diantara kedua belah pihak untuk melakukan studi kelayakan teknis dan ekonomis.


Studi ini akan menentukan kemungkinan operasi LNG berskala kecil yang mencakup antara lain, pencairan gas dan pengembangan mata rantai pasokan dengan memakai sumber gas lokal.


Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan di sela kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Inggris.


Acara penandatanganan disaksikan oleh Menteri Perdagangan dan Investasi Inggris Lord Green yang mewakili Pemerintah Inggris, sementara Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Menteri Perindustrian M.S Hidajat dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.


Mewakili Shell untuk menandatangani nota kesepahaman tersebut adalah President Director & Country Chairman Shell Indonesia Darwin Silalahi, sementara PGN diwakili oleh Hendi Prio Santoso selaku Presiden Direktur & CEO PGN.


Shell saat ini merambah bisnis hilir dengan mendirikan 65 Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) di Indonesia di Jabodetabek dan Surabaya.


Bekerja sama dengan mitra lokal, Shell membangun infrastruktur rantai pasokan bahan bakar di Indonesia. Tahun lalu, Shell kembali memasuki bisnis hulu di Indonesia - Shell menandatangani kesepakatan untuk menjadi mitra strategis Inpex yang mengoperasikan PSC Masela dalam pengelolaan lapangan gas Abadi.


Menurut Darwin, partisipasi Shell di lapangan Abadi mendukung strategi dalam pengembangan LNG dan Floating LNG (FLNG).


















9:14 AM | 0 komentar | Read More

Raikkonen Juara, Vettel Posisi Tiga


ABU DHABI, KOMPAS.com - Pebalap Lotus, Kimi Raikkonen menjuarai GP Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, Minggu (4/11/2012), sementara Sebastian Vettel meski memulai lomba dari pitlane akhirnya bisa meraih juara ketiga.

Kemenangan ini adalah yang pertama bagi Raikkonen sejak dia menjuarai GP Belgia 2009. Kemenangan ini juga menjadi yang pertama bagi Lotus sejak juara GP Jepang 2008 lalu.

Saat lomba dimulai, Pebalap McLaren, Lewis Hamilton yang berada di posisi start paling depan nampaknya akan mendominasi balapan. Dia lolos dari kesalahan di tikungan pertama yang membuat Raikkonen sempat berada di sampingnya sebelum menjauh.

Di lap pertama Pastor Maldonado berada di peringkat ketiga. Sementara Fernando Alonso yang bisa melewati Mark Webber di tikungan ke-11 berada di peringkat keempat.

Sementara itu, Vettel sangat terbantu dengan kecelakaan di tikungan pertama antara mobil Force India dengan Bruno Senna, serta Nico Rosberg dan Romain Grosjean.

Nico Rosberg yang lolos dari kecelakaan di tikungan pertama, kemudian di putaran kesembilan menabrak mobil HRT yang dikemudikan Narain Karthikeyan. Akibatnya, safety car harus masuk sirkuit.

Saat itu, Vettel berada di peringkat ke-13 dan dia sempat keluar jalur karena menghindari Daniel Ricciardo  dan menyenggol papan petunjuk. Kejadian ini merusak sayap depan mobilnya yang sudah mengalami kerusakan saat bersenggolan dengan mobil Bruno Senna. Vettel akhirnya harus masuk pit untuk mengganti sayap depannya itu.

Di saat yang sama, Hamilton terlihat nyaman di posisi terdepan, namun tiba-tiba di putaran ke-19, mobil McLaren yang dikendarai pebalap Inggris itu melambat sebelum akhirnya benar-benar berhenti. Musibah yang menimpa Hamilton, membuat Raikkonen memimpin jalannya lomba.

Kecelakaan yang melibatkan Sergio Perez, Romain Grosjean dan Mark Webber, membuat persaingan tinggal antara Raikkonen, Alonso, Button dan Vettel di 12 putaran terakhir lomba.

Awalnya Jenson Button bisa menekan Alonso, namun dengan segera, pebalap Spanyol itu bisa melepaskan diri dari kejaran Button dan mendekati Raikkonen di posisi terdepan. Di saat bersamaan, Vettel semakin mendekati posisi Button.

Pada empat putaran terakhir, Vettel bisa merebut posisi ketiga, meski jarak dengan Alonso terlalu jauh. Akhirnya Raikkonen memenankan pertarungan disusul Fernando Alonso dan Sebastian Vettel.

Hasil di Abu Dhabi ini membuat selisih keunggulan Vettel dari Alonso tinggal 10 angka. Itu berarti pertarungan menuju gelar juara dunia masih akan ditentukan di dua sisa balapan.


Hasil lengkap GP Abu Dhabi


 1.  Raikkonen           Lotus-Renault              1h45:58.667
 2.  Alonso                 Ferrari                          +     0.852
 3.  Vettel                   Red Bull-Renault          +     4.163
 4.  Button                 McLaren-Mercedes       +     7.787
 5.  Maldonado          Williams-Renault           +    13.007
 6.  Kobayashi           Sauber-Ferrari              +    20.076
 7.  Massa                 Ferrari                           +    22.896
 8.  Senna                 Williams-Renault            +    23.542
 9.  Di Resta              Force India-Mercedes    +    24.160
10.  Ricciardo            Toro Rosso-Ferrari         +    27.400
11.  Schumacher       Mercedes                        +    28.000
12.  Vergne               Toro Rosso-Ferrari          +    34.900
13.  Kovalainen         Caterham-Renault           +    47.700
14.  Glock                 Marussia-Cosworth           +    56.400
15.  Perez                 Sauber-Ferrari                 +    56.700
16.  Petrov                Caterham-Renault            +  1:04.500
17.  De la Rosa         HRT-Cosworth                +    1:11.5

Fastest lap: Vettel, 1:43.964













9:07 AM | 0 komentar | Read More

Jokowi: Kartu Sehat dan Kartu Pintar Kurangi Beban Guru Swasta


JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui adanya perbedaan antara gaji guru swasta dan guru yang berstatus pegawai negeri sipil atau PNS di Jakarta.


Ia pun berusaha agar kesenjangan yang terjadi terkait perhatian pemerintah terhadap para pahlawan tanpa tanda jasa ini bisa dikurangi.


Namun, hingga saat ini Jokowi belum menentukan berapa gaji yang seharusnya diterima para guru swasta di Jakarta. Menurut dia, untuk sementara waktu para guru swasta ini dapat menggunakan Kartu Sehat dan Kartu Pintar yang sedang gencar dipromosikan Jokowi-Ahok.


Kedua program tersebut, kata Jokowi, dapat membantu meringankan beban para guru swasta.


"Tadi, kan, ada yang bisik-bisik menyampaikan gajinya rata-rata Rp 800.000. Jadi nanti karena kami belum kalkulasi dalam bentuk rupiah, ya bantuannya dalam bentuk Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar untuk putra-putranya. Itu saya kira sudah mengurangi beban," kata Jokowi seusai menghadiri acara di gedung Manggala Wana Bhakti, Minggu (4/11/2012).


Pernyataan ini disampaikan Jokowi terkait keinginan para guru swasta di Jakarta agar pendapatan mereka disetarakan dengan para guru dengan status PNS.


Harapan tersebut disampaikan para guru swasta dalam acara "Tasyakuran Guru Swasta dan Tokoh Masyarakat dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI: Pemimpin Baru Jakarta Mewujudkan Kebijakan Pro Rakyat" di gedung Balai Latihan Kerja Transito, Pondok Kelapa, Jakarta Timur..


"Kami ingin disamakan dengan para guru negeri, khususnya dalam hal gaji. Jangan tebang pilihlah. Kan, tujuan program Pak Jokowi Jakarta Cerdas, kami dukunglah dari guru-guru," ucap Sekjen Forum Komunikasi Guru Swasta Nurfala di DKI Jakarta.


Nurfala menilai, saat ini masih banyak guru swasta di Jakarta yang menerima gaji di bawah upah minimum regional (UMR). Namun, karena keterbatasan lapangan kerja dan tuntutan hidup, para guru swasta tetap bekerja.


"Gaji guru swasta masih ada yang Rp 700 ribuan. Mungkin yayasan tidak sanggup bayar. Jadi kami minta perhatian pemerintah. Kalau guru negeri dapat TKD, tunjangan khusus daerah, guru swasta enggak dapat. Itu, kan, dari pemerintah," tutur Nurfala.












9:05 AM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger