Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Indonesia Tambah Satu Medali Perak

Written By Unknown on Tuesday, August 20, 2013 | 10:08 AM





NANJING, KOMPAS.com — Kontingen Indonesia menambah satu medali perak di ajang Asian Youth Games II Nanjing melalui cabang atletik, Selasa (20/8/2013).

Medali perak diraih atlet putri Aprilia Kartina di nomor 1.500 meter. Aprilia mencatat waktu 4 menit 36,65 detik. Medali emas direbut atlet China, Zhao Guoyu, dengan catatan waktu 4 menit 35,06 detik. Sementara perunggu jatuh ke tangan atlet Korea, Park Youngsun, dengan catatan waktu 4:38.97.

Sebelumnya, cabang renang mempersembahkan medali emas pertama Indonesia di ajang Asian Youth Games II Nanjing lewat Ricky Anggawijaya di nomor 100 meter gaya punggung, Selasa (20/8/2013), dengan catatan waktu 58,42 detik.

Ricky mengatasi atlet Taiwan, Yang Chunjyao, yang merebut medali perak dengan catatan waktu 58,83 detik serta atlet Korea, Wong Younjun, yang kebagian perunggu dengan catatan waktu 58,90 detik.

Cabang renang juga menyumbangkan satu medali perunggu lewat atlet Monalisa Arieswaty di nomor 200 meter gaya kupu-kupu pada Senin (19/8/2013).

Berikut perolehan medali:
(emas, perak, perunggu, jumlah medali, peringkat berdasarkan jumlah medali)
1. China         28     14     12     54     1
2. Korea         9     6     5     20     2
3. DPR Korea     4     1     2     7     7
4. Taiwan    3     6     7     16     4
5. Thailand     2     7     9     18     3
6. Singapore     2     5     3     10     6
7. Malaysia     2     2     3     7     7
8. Hongkong, China 1     2     8     11     5
9. Jepang 1     2     3       6       9
10. Uzbekistan     1     2     2     5     12
11. Independent     1     1     4     6     9
12. Indonesia     1     1     1     3     13
13. Filipina 1     1     0     2     15
14. Kazakhstan     1     0     5     6     9
15. Arab Saudi     1     0     0     1     22
16. Iran             0     2     1     3     13
17. Qatar         0     2     0     2     15
17. Vietnam     0     2     0     2     15
19. Irak            0     1     1     2     15
19. Tajikistan     0     1     1     2     15
21. Mongolia     0     0     2     2     15
21. Sri Lanka     0     0     2     2     15
23. Makau, China     0     0     1     1     22




Editor : Tjahjo Sasongko















10:08 AM | 0 komentar | Read More

Pertama Kalinya, DKI Gelar Festival Keroncong Jakarta





JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyelenggarakan Festival Keroncong Jakarta, di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, pada 20-21 Agustus 2013.  Penutupan acara sekaligus pengumuman pemenang festival akan diselenggarakan di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 24 Agustus 2013.

"Walaupun baru pertama kali diadakan, kegiatan ini telah menyedot 85 perserta dan 12 grup yang mengikuti festival," ujar Kepala Bidang Pengelolaan dan Daya Tarik Destinasi Disparbud DKI Jakarta, Ida Subaedah, Selasa (20/8/2013).

Para peserta festival keroncong itu akan diiringi Jakarta Philharmonic Orchestra, di malam puncaknya.

Kepala Badan Koordinasi Organisasi Musik Keroncong Sumaryo mengatakan, setidaknya terdapat 59 grup keroncong di Jakarta, tetapi hanya sembilan hingga sepuluh grup musik keroncong yang masih aktif berkarya.

Selain itu, menurut Sumaryo, tak banyak orang yang mampu meneruskan kesenian tersebut. Ia pun mengaku berencana membuat keroncong menjadi kegiatan ekstra kurikuler.

Sejauh ini, baru SD Cipete Selatan yang menjadikan keroncong salah satu kegiatan ekstra kurikuler.


"Kita sedang usahakan agar keroncong masuk sekolah. Sehingga bisa tetap diminati oleh anak-anak sejak usia dini," kata Sumaryo.





Editor : Tjatur Wiharyo
















10:06 AM | 0 komentar | Read More

Saatnya Musik Melayu Merangkul Generasi Muda

Written By Unknown on Monday, August 19, 2013 | 10:49 AM


Jakarta - Hingga saat ini, musik Melayu sering diidentikkan dengan musik untuk kalangan orang tua dan jarang dibawakan dengan aransemen yang lebih modern. Namun, Jakarta Melayu Festival berniat ingin mengubah persepsi tersebut, dengan menggabungkan musik Melayu dan orkestra.


"Latar belakang kita untuk kembali menggelar konser musik Melayu, yang sebelumnya diadakan Januari lalu, adalah karena saat ini musik Melayu sepertinya tidak punya tempat, baik di ruang-ruang mewah ataupun di media-media. Jarang sekali musik Melayu dibahas mendalam sebagai salah satu kekayaan bangsa kita," ujar Geisz Chalifah, Direktur Gita Cinta Production, dalam acara jumpa pers "Jakarta Melayu Festival: Konser Kemerdekaan Musik Melayu SEROJA", di Gallery Cafe TIM, Jakarta, Senin (19/8).


Menurut Geisz, konsep untuk pagelaran musik Melayu yang digagas oleh Anies Baswedan ini benar-benar berbeda dengan yang pertama. Kali ini, selain Gita Cinta Production bekerja sama dengan Anwar Fauzi Orchestra, Jakarta Melayu Festival juga ingin merangkul generasi muda dengan melibatkan musisi muda seperti Sulis, Fuad Balfas dan Hendri Lamiri.


"Kesulitan utama kita dalam menggelar acara ini adalah mencari artis Melayu Indonesia, terutama dari generasi muda. Kalau artis dangdut banyak, tapi artis Melayu jarang. Akhirnya saya coba meminta bantuan ke beberapa teman di daerah-daerah untuk mencari penyanyi Melayu," lanjutnya.


Lebih lanjut dikatakan Geisz, perbedaan lain yang akan sangat terasa dalam konser mendatang, adalah kegiatan promosi dan panggung yang lebih besar dan nuansanya yang juga berbeda. "Sekarang tidak hanya nuansa kebudayaan, tetapi juga kemerdekaan," tandasnya.


Diungkapkannya lagi, penyanyi dangdut dan juga Melayu yang sudah senior, juga banyak yang akan berpartisipasi di dalam acara ini. Antara lain seperti Iyeth Bustami, Hamdan ATT, Butong, dan lain sebagainya.


"Kita perlu menghidupkan musik Melayu kembali, agar generasi muda mengenal apa itu Melayu, yang termasuk bagian dari kebudayaan kita. Musik Melayu saat ini surut, karena musisinya adanya di pelosok dan berjuang sendiri," ujar Hamdan ATT pula.


Hamdan juga mengaku lebih bangga bila sedang konser dengan membawakan karya-karya musik Melayu. Perasaan yang dia rasakan menurutnya berbeda, bila dibandingkan dengan saat membawakan lagu dangdut.


"Musik Melayu (itu) semuanya indah. Dari lirik yang puitis, kesopanan, dan tariannya. Melayu itu suatu musik yang ditata, bukan asal-asalan," imbuh Hamdan.


Jakarta Melayu Festival akan diselenggarakan pada 30 Agustus 2013, mulai pukul 19.00 WIB, di Birawa Assembly Hall, Bidakara Hotel. Untuk kapasitas penonton, panitia menyediakan 600 tempat duduk. Harga tiket untuk kelas VIP dipatok sebesar Rp350.000, sementara untuk yang reguler senilai Rp250.000.



10:49 AM | 0 komentar | Read More

MK: SKK Migas dan BP Migas, 100 Persen Sama!





JAKARTA, KOMPAS.com- Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar menilai, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang dibentuk pemerintah untuk menggantikan Badan Pengawas Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) adalah instansi yang 100 persen sama.

"Kalau kita lihat, struktur dan personalnya 100 persen sama kan. Hanya 1 atau 2 orang saja yang berbeda," ujar Akil Mochtar di Gedung MK Jakarta, Senin (19/8/2013). Dia mengatakan BP Migas dibubarkan oleh MK pada 2012 karena dianggap sebagai inefisiensi yang melanggar konstitusi.

Namun, kata Akil, setelah pembubaran itu Pemerintah membentuk badan pengganti, yaitu SKK Migas. "Persoalannya di pemerintah. Pemerintah ingin mengisi kekosongan, jadi dibentuklah SKK Migas," ujar dia.

Akil menilai, pemerintah tidak mengikuti pesan yang disampaikan MK saat membubarkan BP Migas. Dalam putusannya, MK memasukkan pesan kedaulatan harus dikembalikan ke negera, yang diwakili pemerintah, untuk secara langsung menguasai sumber daya alam bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. "Jadi tidak seperti konsep BP Migas, yaitu ada stakeholder, kemudian negara tidak ikut campur ke sana, hanya menyerahkan ke stakeholder saja," kata Akil.

SKK Migas menjadi sorotan akhir-akhir setelah Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi dengan dugaan menerima suap dari Kernel Oil Pte Ltd. Bersamanya, ditangkap dan ditetapkan pula menjadi tersangka, Simon Gunawan dari Kernel Oil dan seorang pelatih golf Deviardi.

KPK menyita uang senilai 400.000 dollar AS, 90.000 dollar AS, dan 127.000 dollar Singapura dari kediaman Rudi. KPK juga menyita sepeda motor mewah bermerek BMW dengan pelat nomor B-3946-FT.

Dalam penggeledahan ke sejumlah tempat, KPK juga mendapatkan uang 200.000 dollar AS di ruang Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno. Sementara penggeledahan di ruang kerja Rudi mendapatkan 60.000 dollar Singapura, 2.000 dollar AS, dan kepingan emas seberat 180 gram. KPK pun mendapatkan 350.000 dollar AS dari deposit box Rudi di Bank Mandiri.




Editor : Palupi Annisa Auliani


















10:27 AM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













10:14 AM | 0 komentar | Read More

Catut Umur, 17 Atlet Dipulangkan





NEW DELHI, Kompas.com - Sebanyak 17 atlet asal India dipulangkan dari arena Asian Youth Games II 2013 di Nanjing, China karena terbukti memalsukan usia mereka.

Tujuh belas atlet tersebut yang berasal dari cabang atletik dipulangkan karena ternyata berusia di atas 17 tahun yang merupakan batas maksimal usia peserta  AYG II/2013.

Peristiwa ini jelas mencoreng muka otoritas olah raga India. "Hal ini seharusnya tidak terjadi.  Kami akan melihat alasan peristiwa ini," kata Vijay Kumar Malhotra  dari asosiasi olimpik India, Senin (19/8).

Dua hari sebelumnya, empat atlket bulu tangkis India juga dilarang bertanding di ajang AYG II karena nama mereka tidak terdaftar dalam kompetisi.

Para atlet muda India ini bertanding di Nanjing atas nama "Independen" karena India dilarang mengikuti kejauraan yang berada di bawah pengawasan Komite Olimpik Internasional (IOC) akibat kasus korupsi yang menimpa organisasi olah raga negara tersebut.

Meski begitu, para atlet ini diseleksi oleh federasi atletik India (AFI) dan disetujui oleh otoritas Olah raga India (SAI). Pimpinan SAI, Jiji Thomson menimpakan kesalahan pada pihak AFI.

"Kami tidak mungkin mempertanyakan daftar (atlet) yang diberikan sebuah federasi olah raga," kata Thomson. "Sepenuhnya itu menjadi tanggungjawab dari federasi untuk memilih tim."




Editor : Tjahjo Sasongko















10:07 AM | 0 komentar | Read More

Pemuda Kampung Bali Dilatih Servis Ponsel





JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 30 pemuda di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang belum mendapatkan pekerjaan memperoleh pelatihan servis telepon seluler (ponsel) dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN, Ruspen Sitinjak mengatakan, salah satu upaya BNN untuk menangkal masuknya narkoba ke Indonesia ialah dengan membekali warga dengan keterampilan.

“Jika seluruh masyarakat memiliki kegiatan yang bermanfaat, saya percaya narkoba tidak akan laku,” ujar Ruspen, Senin (19/8/2013).

Karena itu, kata Ruspen, program pemberdayaan masyarakat ini akan terus dimonitor dengan menyediakan konter ponsel untuk jual beli pulsa dan servis ponsel.

"Jika sudah berhasil diharapkan warga yang sudah diberi pelatihan bisa mengajak teman ataupun saudaranya untuk melakukan hal yang sama. Kita terus memonitor, sehingga para pemuda yang sudah dibekali keterampilan akan memiliki motivasi lagi,” terangnya.

Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Jakarta Pusat, Ruslan mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan BNN. Menurutnya, ini merupakan program positif yang sejalan dengan program Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

"Diharapkan pendapatan masyarakat Kampung Bali bisa meningkat. Sebagai pemerintah memang merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Jika BNN punya kegiatan ini, kita juga memiliki balai latihan kerja,” tuturnya.

Seorang peserta pelatihan, Pungki (38), mengatakan, hal tersulit dari mantan pengguna adalah menghilangkan sugesti. Untuk itu, rangkulan dari berbagai pihak menjadi sesuatu yang sangat berharga.

“Ketika sudah tidak menggunakan narkoba, mereka akan ingat saat lewat di kawasan tempat mereka membeli narkoba beberapa tahun yang lalu. Karena itu, pelatihan seperti ini sangat bagus untuk mantan pengguna narkoba," tuturnya.




Editor : Tjatur Wiharyo
















10:05 AM | 0 komentar | Read More

"Saya Diutus Menyebarkan Keindahan"

Written By Unknown on Sunday, August 18, 2013 | 10:49 AM


”Merdeka! Halo, dengan siapa ini?” begitu tanya seseorang dari seberang telepon pada suatu hari. Pemilik suara tersebut adalah Christoforus Soebiantoro (75) atau yang populer dikenal dengan nama Kris Biantoro. Siapa pun yang meneleponnya, dia akan selalu sapa dengan pekik merdeka!


”Kita harus menjadi manusia merdeka dan mengingatkan orang lain untuk jadi manusia merdeka juga,” ungkap Mas Kris, demikian ia biasa disapa.


Namun sejak 13 Agustus 2013, pekik merdeka itu tidak akan pernah lagi keluar dari mulut Mas Kris. Pedendang lagu Mungkinkah itu mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 13.30 WIB, setelah memandangi burung perkutut di rumahnya yang artistik nan asri di Kompleks Bukit Permai, Jalan Bromo Blok K/8, Cibubur.


Dia adalah anak ke-8 dari 11 bersaudara buah cinta Warsid Sastrowiardjo dan Soekarsih yang lahir di era perjuangan kemerdekaan Indonesia. Maka, tak heran dia memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan punya semangat terus berjuang pantang menyerah. Kerasnya zaman penjajahan, kekejaman perang, kesulitan ekonomi dalam melanjutkan pendidikan dan perjuangan bertahan hidup di negeri orang, hingga penghinaan, prasangka, dan perlakuan tidak adil, silih berganti ia alami. Namun itu tidak membuatnya gentar, lalu mundur dari jalur seni.


Ketika ditanya hal yang paling menggelisahkan hatinya saat ini, pria kelahiran 17 Maret 1938 itu menyebut perilaku korupsi yang telah merasuki bangsa ini. Perilaku itu telah memiskinkan bangsa yang kaya raya ini. Karena itu, saat merayakan ulang tahun ke-70 pada 2007, ia menyelenggarakan kirab sepeda onthel dari Tugu Monas menuju Gedung Perumusan Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol 1, Jakarta Pusat. Saat itu ia mengumumkan perlawanan terhadap korupsi. Dengan menumpang mobil kuno bak terbuka, dia “dikawal” 200 pengendara sepeda onthel. Dalam balutan seragam tentara Peta warna hijau lengkap dengan atributnya, Kris tampak segar dan ceria.


90 Km Tiap Hari
Karena pertimbangan kesehatan, saat itu Kris tidak mengendarai sepeda. Namun yang pasti, bersepeda sama sekali bukan pengalaman baru atau aneh baginya. Justru mungkin pengalamannya dalam bersepeda merupakan sesuatu yang aneh bagi orang lain. Terbayangkah seseorang yang menempuh jarak sekitar 90 kilometer setiap hari dengan sepeda selama tiga tahun? Itulah pengalaman suami dari Maria Nguyem Kim Dung ini.


Kris adalah pria asal Magelang dan orangtuanya tinggal di sana. Tapi setelah tamat SMP dia mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di SMA de Britto, Yogyakarta, yang jaraknya sekitar 45 kilometer dari rumahnya. Bisa saja ia ngekos di Yogyakarta, tapi hal ini mustahil baginya, sebab keadaan ekonomi keluarganya tidak memungkinkan. Maklum dia memiliki 11 saudara yang juga butuh biaya, ditambah lagi saat itu perekonomian negara tengah morat-marit. Jalan satu-satunya adalah pergi-pulang (ngelaju) Magelang-Yogya. Uniknya, perjalanan sepanjang 90 kilometer yang melelahkan itu ia tundukkan selama tiga tahun hanya dengan sebuah “sepeda perempuan”.


Tiap pagi Kris harus berangkat dari rumah tepat pukul 04.00 WIB agar bisa tiba di sekolah tepat waktu. “Telat sedikit saja berangkatnya saya pasti lambat masuk kelas sebab jalur kereta api di Jalan Malioboro tertutup selama 15 menit karena ada kereta yang lewat." kenang Kris. Itu artinya dia harus siap di-straf (dihukum, Red) di sekolah. Lalu kalau sering terlambat bisa jadi tidak naik kelas.


Suatu pagi ketika hendak melewati jalan di depan Seminari Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Magelang, dari kejauhan secara samar-samar Kris melihat “sosok” tinggi-besar. Sosok itu sontak membuatnya ketakutan, sebab dia mengira itu genderuwo. Dia berhenti dan berencana menunggu hari agak terang baru meneruskan perjalanan. Tapi itu berarti dia akan terlambat sampai di sekolah.


Dibayang-bayangi oleh keterlambatan, dia langsung ingat sosok bruder, guru bahasa Prancis di sekolahnya. Sang bruder terkenal galak dan disiplin. Ternyata ketakutannya pada sang guru bahasa Prancisnya mengalahkan ketakutan Kris pada genderuwo. Dia lalu mengumpulkan keberanian dan segera meluncur cepat-cepat dengan sepeda. Ternyata sosok yang dia kira genderuwo itu hanyalah “kepang”, yang dibuat dari gedek untuk menjemur tembakau.


Tanggung Jawab Artis
Saat ditanya hal yang ia pikirkan sehubungan dengan dunia hiburan kini, ia menjawab,"Saya ingin penyanyi saat ini juga mengerti sejarah musik Indonesia dan sekaligus memperkenalkan sejarah musik Indonesia pada generasi muda saat ini."


Kris mengaku sangat prihatin melihat para pencipta lagu, seperti Ismail Marzuki, Bing Slamet, dan Soetedjo, yang pernah menghasilkan lagu dan lirik yang sangat indah ternyata dilupakan. "Bangsa ini tercipta karena ada mata rantai sejarah yang tidak boleh putus. Segala sesuatunya pasti ada sejarahnya. Demikian pula saya tidak mau melupakan jasa besar dari para pencipta lagu yang mulai dilupakan itu. Saya bisa seperti sekarang karena mereka," ujar pemilik album Mungkinkah dan Juwita Malam ini.


Kris mengungkapkan, menjadi artis tidak hanya sekadar menyanyi atau mahir tampil di atas panggung. Artis juga harus memiliki tanggung jawab untuk memberi contoh positif pada masyarakat dan tidak terjebak dalam kehidupan hedonis seperti yang sering muncul di televisi.


"Celakanya banyak artis yang tidak peduli lagi pada sejarah, terutama sejarah musik Indonesia. Kalau menyanyi, ya menyanyi saja, tidak mengerti bagaimana lagu itu diciptakan, tidak menghayati, dan tidak tahu siapa yang menciptakan lagunya," kata Kris.


Apakah Kris lantas menyalahkan kaum muda? “Saya tidak menyalahkan kaum muda. Kalau saya muda pada zaman ini, saya akan begitu juga. Itu artinya ada yang salah urus terhadap bangsa dan generasinya,” ungkap Kris.


Di jagat hiburan Tanah Air Kris adalah salah satu kampiun. Dia selalu berusaha melakukan yang terbaik. Meski begitu, hasil kerja keras dan pengabdiannya yang maksimal banyak kali tidak dihargai secara setimpal. Ia pernah mengalami pemecatan di KBRI Australia karena isu murahan. Ia dicap komunis karena menikahi gadis Vietnam. Lalu di TVRI, tanpa alasan yang jelas, dia juga mengalami pemecatan.


Di TVRI juga ia mengalami perlakuan yang menyakitkan. Suatu kesempatan, seorang pimpinan televisi milik pemerintah itu menarik dengan paksa kalung salib di lehernya sampai putus. Sang pimpinan itu tidak suka melihat pencipta dan pendendang lagu Dondong Opo Salak ini mengenakan salib. “Kalau diminta baik-baik untuk tidak mengenakan salib saat syuting, toh saya tidak apa-apa,” tulis Kris dalam buku autobiografinya Manisnya Ditolak di halaman 190.


Pada zamannya, Kris sungguh menjadi bintang yang dielu-elukan meski tidak jarang juga dilecehkan. Selain Kris adalah penyanyi, dia juga MC termahal, bintang iklan laris, dan pemain serta sutradara film. Sebut saja beberapa film yang ia bintangi: Laki-laki Pilihan, Jagoan Tengik, Si Manis Jembatan Ancol, Bulan di Atas Kuburan, dan Last Tango in Jakarta. Sedangkan di bidang rekaman ia telah melahirkan sangat banyak album. Berapa albumnya? “Ini memalukan, saya tidak hafal jumlah album saya,” ujarnya terkekeh.


Tugas Menyebarkan Keindahan
Sebagai seorang seniman, dalam berkesenian pria yang pernah meraih Lifetime Achievement Award dari Panasonic ini berprinsip para artis, termasuk dirinya, adalah kelompok manusia yang diutus Tuhan untuk menyebarkan keindahanNya. Karena prinsip ini, ia mengaku tidak pernah neko-neko alias hanya menempuh jalan lurus.


Menurut Kris, setiap murid Kristus diutus ke dunia untuk menyebarkan kebenaran, kebaikan dan keindahan. ”Konon saya diutus ke bagian menyebarkan keindahan. Saya bisa menari, membuat film, menyanyi, berbicara, menulis. Itu semua datangnya dari Tuhan. Jadi, kalau menjadi artis hanya untuk membuktikan diri ini mampu, bisa kawin-cerai, bisa terkenal, pasti bukan itu maunya Tuhan. Menjadi artis terkenal sebenarnya bisa menjadi bagian yang ampuh dalam menyebarkan kebaikan. Kita tak cukup hanya berdoa saja, harus ora et labora. Kalau hanya berdoa saja, tidak ada artinya, berbuatlah sesuatu!” kata penulis buku Belum Selesai: Kisah 38 Tahun Perjuangan Pendekar Ginjal Soak ini.


Buku itu berkisah tentang pengalaman Kris dalam menjalani hidup sebagai penderita gagal ginjal selama 38 tahun. Sampai penghujung hidupnya, secara rutin Mas Kris menjalani cuci darah setiap minggu.


Kris Biantoro telah kembali kepada penciptaNya. Jeep kesayangannya yang biasa ditumpangi saat ke gereja tak akan pernah lagi ia pakai. Perjalanannya ke rumah Sang Khalik tentu ia tempuh menggunakan “jeep” dalam bentuk lain, yakni amal ibadah yang ia lakukan di dunia dan berkat imannya kepada Tuhan. Lantunan suara Koes Hendratmo yang menyanyikan lagu You Raise Me Up pada Selasa (13/8) pukul 20.30 WIB di depan jenazah dan para pelayat dari berbagai kalangan mengiringi “perjalanan” ayah dua anak itu. Selamat jalan, Mas Kris. Requiescat in pace!


10:49 AM | 0 komentar | Read More

Kemenhuk dan HAM: Rusuh di Lapas Labuhan Ruku Spontan Terjadi






JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Akbar Hadi menyampaikan bahwa kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Labuhan Ruku, Sumatera Utara, Minggu (18/8/2013) sore, terjadi secara spontan. Kerusuhan pecah serta beberapa narapidana melarikan diri setelah menerobos pos keamanan dan melumpuhkan petugas jaga.

"Kejadian sekitar pukul 17.00, mereka spontan menerobos pos pengamanan dan melakukan penyerangan terhadap petugas serta melakukan pembakaran ruang KPLP dan ruang registrasi," kata Akbar saat dihubungi dari Jakarta, Minggu malam.

Akbar mengaku belum memeroleh informasi mengenai jumlah narapidana yang melarikan diri. Namun begitu, dia menyatakan bahwa ada narapidana yang melarikan diri setelah menerobos pos keamanan dan melompati pagar tembok lapas.

Saat kerusuhan pecah, lanjut Akbar, ada enam petugas yang sedang berjaga ditambah dua personel dari Polres setempat. Hingga Minggu malam, dua petugas lapas belum diketahui keadaannya dan diduga masih terjebak di dalam lapas tersebut.

Berdasarkan data yang dimiliki Akbar, Lapas Labuhan Ruku dihuni oleh 867 narapidana. Jumlah itu melebihi kapasitas daya tampung yang seharusnya hanya menampung maksimal 300 narapidana.

Saat ini, petugas di lokasi kerusuhan terus berupaya mengendalikan situasi dan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, TNI, dan pemadam kebakaran. Komandan Kodim, Kapolres setempat dan Pelaksana Harian Kepala Lapas Labuhan Ruku berusaha bernegosiasi dengan para narapidana agar situasinya segera terkendali.

"Lokasi Lapas letaknya cukup jauh dan butuh waktu sekitar 45 menit dari Polres. Hingga saat ini kami belum dapat info adanya korban jiwa. Info terakhir kondisi Lapas Labuhan Ruku, seluruh gedung perkantoran terbakar, demikian juga dapur, dan Blok C," ujar Akbar.

Sebelumnya diberitakan, para napi di Lapas Labuhan Ruku ricuh dan mengakibatkan kebakaran lapas. Kepala Lapas Labuhan Ruku Sutopo Brutu mengatakan, kebakaran itu terjadi setelah puluhan narapidana melakukan kerusuhan di dalam lapas.

"Informasi yang saya terima, ada 49 napi pindahan yang kecewa karena tidak bisa dibesuk. Karenanya, mereka memprovokasi napi lain untuk berbuat kerusuhan," katanya.




Editor : Caroline Damanik
















10:26 AM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













10:14 AM | 0 komentar | Read More

Polisi Sebar Sketsa Wajah Penembak Polisi di Pondok Aren





JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi masih mencari pelaku penembakan dua anggota Polsek Pondok Aren, Bripka Ahmad Maulana (35) dan Aiptu Kus Hendratma (44). Untuk memudahkan pencarian, polisi sudah menyebar kedua sketsa wajah pelaku penembakan.


"Secara resmi sudah kami sebar ke publik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Rikwanto saat dihubungi, Minggu (18/8/2013).


Pelaku pertama (kiri) bertubuh gemuk, berkulit hitam, tinggi 170 cm. Rambutnya gondrong, hidungnya besar. Usianya diperkirakan 30 tahun. Saat kejadian, ia mengenakan jaket parasut berwarna hitam.


Pelaku kedua (kanan) bertubuh kurus, rambut ikal dan tipis. Tingginya 168 cm. Usianya diperkirakan 27 tahun. Saat melakukan aksinya, ia mengenakan kaus berkerah warna coklat.


Rikwanto mengatakan, hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan terhadap penyelidikan kasus penembakan itu. "Doakan ya supaya cepat ketangkap," ujar Rikwanto.


Kus Hendratma ditembak orang tak dikenal di Jalan Graha Raya Bintaro, tepat di depan Masjid Bani Umar, Kelurahan Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (16/8/2013) pukul 22.00 WIB. Tim Buru Sergap Polsek Pondok Aren mengejar pelaku dengan mengendarai Toyota Avanza warna hitam.


Namun, pengejaran itu menyebabkan mobil Tim Buser terperosok ke got di pinggir jalan. Pelaku kemudian menembak Bripka Maulana yang baru keluar dari mobil. Setelah itu, sempat terjadi baku tembak. Pelaku kemudian melarikan diri dengan merampas sepeda motor bernomor polisi B 6620 SFS milik warga.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















10:05 AM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger