Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Keluarga Terduga Teroris Menilai Ada Kejanggalan

Written By Unknown on Sunday, October 28, 2012 | 10:05 AM





Keluarga Terduga Teroris Menilai Ada Kejanggalan





Penulis : Luthfie Febrianto | Minggu, 28 Oktober 2012 | 17:25 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga terduga teroris, NT, menilai ada kejanggalan dalam proses penangkapan NT dan penyitaan tas yang diduga berisi bom dalam penangkapan yang terjadi pada Sabtu (27/10/2012) di rumah orangtua NT di Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.


Kakak kembar NT, Sunardi Sofyan mengatakan, setidaknya ada dua keganjilan dalam penangkapan adiknya tersebut. Ia menilai aneh bila tas yang diduga berisi bom diletakkan di depan pintu rumah. "Kalau memang yang ditemukan itu bom, buat apa ditaruh di depan pintu?" kata Sofyan dalam wawancara dengan Kompas.com, Minggu (28/10/2012).


Sofyan juga merasa heran dengan jarak yang terlalu dekat antara warga dan lokasi kejadian dalam proses evakuasi tas tersebut. "Saat itu masyarakat berada dekat dengan TKP penemuan tas, kalau memang itu bom, kan harusnya jarak masyarakat berada jauh dari TKP," katanya.


Untuk menyelesaikan masalah ini, Sofyan mewakili keluarganya sudah menghubungi tim pengacara muslim. Senin (29/10/2012) besok ia akan bertemu dengan tim pengacara untuk membicarakan masalah tersebut.


NT ditangkap di rumah orangtuanya pada Sabtu siang sekitar pukul 12.15. Ia diduga anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Dari rumah tersebut, polisi mendapatkan dua ransel yang diduga berisi bahan atau benda berbahaya.


Berita terkait dapat diikuti di topik Penangkapan Teroris di Empat Provinsi.


















10:05 AM | 0 komentar | Read More

Taman Sari Dipadati Wisatawan

Written By Unknown on Saturday, October 27, 2012 | 10:49 AM


YOGYAKARTA, KOMPAS.com -  Obyek wisata Istana Air Taman Sari di Yogyakarta dipadati wisatawan lokal pada Hari Raya Idul Adha, Jumat (26/10/2012). Jumlah pengunjung meningkat 100 persen dibandingkan hari biasa. "Pada hari biasa rata-rata 250 orang, sedangkan pada hari libur Idul Adha jumlah pengunjung mencapai sekitar 500 orang," kata salah seorang staf Kantor Obyek Wisata Taman Sari, Parjio.


Menurut Parjio, meningkatnya jumlah pengunjung tersebut selain karena hari libur, juga kemungkinan karena obyek wisata Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tutup. "Hari ini banyak wisatawan beralih ke Taman Sari, karena keraton tutup," katanya.


Ia memperkirakan jumlah pengunjung Taman Sari, yang terletak tidak jauh dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu, akan meningkat pada Sabtu dan Minggu, karena bersamaan dengan libur panjang akhir pekan.


Sementara wisatawan mancanegara yang mengunjungi Taman Sari, menurut Parjio, pada hari libur Idul Adha ini jumlahnya tidak ada peningkatan, sama seperti hari-hari biasa rata-rata 125 orang.


Ia mengatakan pada hari-hari biasa Taman Sari buka pada pukul 09.00 WIB dan tutup pukul 15.00 WIB. Namun, khusus pada hari libur hari besar keagamaan, jam tutup disesuaikan dengan jumlah pengunjung. "Kalau jumlah pengunjung terus meningkat, kami menyesuaikan dengan membuka pintu samping," katanya.


Pengunjung asal Jakarta, Yati, yang datang bersama keluarga mengatakan, mereka meluangkan waktu berwisata ke Taman Sari dan obyek wisata lainnya di Yogyakarta sembari memanfaatkan libur panjang Hari Raya Idul Adha karena bersamaan dengan libur akhir pekan. "Kami datang ke Yogyakarta mumpung libur panjang, dan baru pertama kali saya ke sini (Taman Sari)," katanya.


Obyek wisata Istana Air Taman Sari merupakan situs bekas taman istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Taman ini dibangun pada zaman pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I (1758-1765). Kompleks Taman Sari luasnya 10 hektare lebih dengan 57 bangunan, baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan.












10:49 AM | 0 komentar | Read More

Polisi Temukan Bunker di Rumah Anton




Terduga Teroris


Polisi Temukan Bunker di Rumah Anton





Penulis : Runik Sri Astuti | Sabtu, 27 Oktober 2012 | 22:19 WIB













MADIUN, KOMPAS.com -- Tim Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Timur menemukan sebuah bunker di rumah terduga teroris di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Sabtu (27/10/2012). Bunker tersebut berada sekitar tiga meter di bawah permukaan tanah.


Tim Gegana juga menemukan detonator, tabung paralon besi sepanjang sekitar 15 cm yang berisi bahan peledak, dan sejumlah buku tentang jihad.


Kepala Biro Operasional Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Abdul Gofur menyatakan, polisi masih mendalami dan mengembangkan penyelidikan terhadap barang-barang yang ditemukan di rumah tersebut.


"Sebelumnya, beberapa saat lalu telah ditemukan bahan peledak dalam tabung elpiji di sebuah rumah Kota Madiun," ungkap Gofur.


Bahan peledak tersebut telah dimusnahkan dengan diledakkan di dalam tanah. Rumah tempat ditemukannya tabung itu merupakan tempat kontrakan yang dipakai tersangka untuk meracik bahan peledak.

















10:26 AM | 0 komentar | Read More

Norwegian Air Dapat Izin Mengarungi Trans Atlantik




Norwegian Air Dapat Izin Mengarungi Trans Atlantik





Penulis : Haryo Damardono | Sabtu, 27 Oktober 2012 | 13:17 WIB














JAKARTA, KOMPAS.com-Maskapai Norwegian Air Shuttle telah mendapatkan lampu hijau dari regulator Amerika Serikat untuk memulai penerbangan lintas Samudera Atlantik. Langkah Norwegian Air ini dinilai langka oleh karena maskapai berbiaya rendah dari Eropa jarang sekali memasuki rute penerbangan jarak jauh.


Demikian dikutip dari situs berita Dow Jones , Sabtu (27/10/2012). Norwegian Air yang berbasis di Kota Oslo merencanakan penerbangan jarak jauhnya pada semester I-2013, dengan rencana menembus kompetisi yang kini dikuasai oleh tiga aliansi penerbangan global. Saat ini, Norwegian Air merupakan maskapai berbiaya rendah ketiga terbesar di Eropa dibawah pemimpin pasar Ryanair. Hanya Air Berlin, yang kini menerbangi rute-rute penerbangan jarak jauh.


Untuk penerbangan Transatlantiknya, Norwegian Air akan menggunakan Boeing 787 Dreamliners buatan Amerika. Maskapai itu berharap dua unit Boeing 787 akan diterima pada tahun 2013, sementara lima unit lainnya pada tahun 2014.   



Ikuti liputan khusus Cerdas Berasuransi






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja















10:14 AM | 0 komentar | Read More

Tujuh Gelar Tour de France Dibiarkan Kosong



Kasus Armstrong


Tujuh Gelar Tour de France Dibiarkan Kosong





Penulis : Helena Fransisca Nababan | Sabtu, 27 Oktober 2012 | 21:23 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com-Komite Manajemen Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI) memutuskan tujuh gelar tujuh gelar kemenangan pebalap sepeda AS Lance Armstrong dalam balapan Tour de France 1999-2005 yang dicopot tidak akan dialihkan ke pebalap lain. Gelar itu dibiarkan kosong dalam catatan rekor. Keputusan itu diambil Komite Manajemen UCI menyusul sikap UCI atas hasil penyelidikan Badan Anti Doping AS (USADA) yang pada Senin (22/10/2012)  mencopot seluruh gelar kemenangan Armstrong. Seperti diketahui, USADA menetapkan Armstrong sebagai target penyelidikan sejak 1998. Tepatnya setelah ia dinyatakan sembuh dari kanker kemudian finis di urutan keempat Vuelta a Espana 1998.


USADA menemukan ia dan rekan-rekan setimnya melakukan praktik doping yang canggih, terencana, dan paling sukses. USADA menetapkan supaya seluruh gelar kemenangannya termasuk tujuh gelar Tour de France dicopot. Komite Manajemen UCI dalam situs resmi UCI menyebutkan, "Awan kecurigaan masih akan terus menggantung di periode gelap ini. Meski terlihat keras bagi para pebalap yang membalap dengan bersih, namun mereka akan memahami ada kebanggaan kecil yang bisa dicapai dari realokasi (gelar) ini."






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja















10:07 AM | 0 komentar | Read More

Basuki: Tanah Pemprov di Tangerang Bisa Dijadikan Lapas


JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah narapidana yang jauh melampaui kapasitas lembaga pemasyarakatan (Lapas) dapat menjadi hambatan bagi upaya pembinaan. Untuk itu, Pemprov DKI mempertimbangkan pembangunan Lapas baru untuk menampung jumlah terus meningkatnya jumlah napi.


"Yang pasti DKI ini kekurangan Lapas. Kalau kekurangan lapas sulit lakukan pembinaan," kata Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) di Mangga Dua Square, Jakarta, Sabtu (27/10/2012).


Pria yang akrab disapa Ahok itu menjelaskan, Pemprov DKI memiliki tanah di Tangerang seluas 100 Hektare. Tanah tersebut sedianya akan diperuntukkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Namun, dengan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang, maka lahan tersebut kemungkinan akan sulit untuk difungsikan sebagai TPA. Sebagai gantinya, Basuki mempertimbangkan lahan tersebut sebagai lahan pembangunan Lapas baru.


"Kebetulan tanah DKI ada 100 hektar di Tangerang. Tapi, Kota Tangerang itu berubah RT-RW-nya, tidak boleh jadi tempat pembuangan sampah, harus jadi kawasan permukiman. Mungkin di tempat itu Pemprov akan membangun Lapas," katanya.


Menurut Basuki, jumlah 13.000 napi yang ditampung Lapas Cipinang sudah jauh melampaui kapasitas. Karena itu, dia akan membicarakan kebutuhan akan Lapas baru di Jakarta dengan Gubernur DKI Joko Widodo. Ia menyakini, para napi dapat kembali ke masyarakat dengan citra baru seandainya mendapat pembinaan yang memadai.


Hal itu sudah terbukti pada diri KH Ramdhan Effendi alias Tan Kok Liong yang lebih dikenal sebagai Anton Medan. Anton Medan terpilih sebagai Ketua Umum DPP PITI untuk periode 2012-2017. Ia sebelumnya lebih dikenal sebagai mantan narapidana yang mendiami lapas sekitar 18 tahun. Anton kemudian keluar Lapas sebagai manusia baru.


Saat ini, ia lebih dikenal sebagai mubalig yang aktif berdakwah di kalangan residivis dan kaum yang dijauhi masyarakat kebanyakan. "Islam bukan agama kekerasan, Islam bukan teroris, Islam cinta damai, Islam Rahmatan Lil Alamin, mari kita bangun bangsa ini ke depan untuk lebih baik," ungkap mantan narapidana itu.


Pada kesempatan itu, Anton juga meluncurkan bukunya yang berjudul "Aku Bukan Penjahat". Buku tersebut berisikan kisah perjalanan hidup mulai dari masa kelam hingga pertobatannya. Ahok langsung memesan 100 eksemplar buku karya Anton Medan tersebut. Buku itu selanjutnya akan disumbangkan kepada para narapidana. Ia berharap, buku tersebut dapat menginspirasi para napi lain untuk bisa berubah dan kembali ke kehidupan bermasyarakat dengan semangat baru.


Berita terkait dapat diikuti di topik :


100 HARI JOKOWI-BASUKI






Editor :


Hertanto Soebijoto









10:05 AM | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com - Travel

Written By Unknown on Friday, October 26, 2012 | 10:49 AM

KOMPAS.com - TravelKOMPAS.comBaduy, Andalan Pariwisata Kabupaten LebakMustafa Centre, Surga Oleh-oleh di Little IndiaMencerahkan Lidah dengan Kopi Enak...Angkutan Massal Tak Harus Kumal...Menikmati Kopi Itu MenyenangkanInilah Kopi Celup Khas MalangBatik Motif Tradisional Klasik Diminati WismanTerpukau oleh Taman Laut 17 Pulau RiungMemanjakan Lidah di Alexs Eating HousePenerbangan Kinabalu-Davao-Manado Akan DibukaHotel Pop! Nusa Dua Mulai DibangunMemacu Adrenalin dengan Nissan Juke TurboSumber Inspirasi Ilmuwan yang Jarang DiminatiYuk ke Karnival Wisata 2012"Air Scoop&quotJazz dan Kunci Pengaman Avanza-Xenia

http://www.kompas.com/ News and Service Sat , 27 Oct 2012 00:30:01 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/20404850/Baduy..Andalan.Pariwisata.Kabupaten.Lebak Fri , 26 Oct 2012 20:40:48 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/06/03/1842474t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Hingga September, sebanyak 158 wisatawan mancanegara mengunjungi obyek wisata budaya suku Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/20404850/Baduy..Andalan.Pariwisata.Kabupaten.Lebak">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/20404850/Baduy..Andalan.Pariwisata.Kabupaten.Lebak http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/19041214/Mustafa.Centre..Surga.Oleh.oleh.di.Little.India Fri , 26 Oct 2012 19:04:12 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/26/1901534t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengalaman wartawan Kompas M Hilmi Faiq membeli oleh-oleh di Mustafa Centre di Little India di Singapura <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/19041214/Mustafa.Centre..Surga.Oleh.oleh.di.Little.India">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/19041214/Mustafa.Centre..Surga.Oleholeh.di.Little.India http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/18213057/Mencerahkan.Lidah.dengan.Kopi.Enak... Fri , 26 Oct 2012 18:21:30 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/26/1611134t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Selera bukanlah sesuatu yang bisa diperdebatkan. Tak heran bila makanan yang dianggap enak oleh seseorang, belum tentu cocok di lidah orang lain. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/18213057/Mencerahkan.Lidah.dengan.Kopi.Enak...">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/18213057/Mencerahkan.Lidah.dengan.Kopi.Enak... http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/12560952/Angkutan.Massal.Tak.Harus.Kumal... Fri , 26 Oct 2012 12:56:09 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/25/1427162t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menyusuri Hongkong, akhir September lalu, rasanya tiada pernah bosan. Jalanan tertib meski tanpa polisi yang berjaga. Tidak ada kebut-kebutan. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/12560952/Angkutan.Massal.Tak.Harus.Kumal...">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/12560952/Angkutan.Massal.Tak.Harus.Kumal... http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/12530611/Menikmati.Kopi.Itu.Menyenangkan Fri , 26 Oct 2012 12:53:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/25/1553026t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kopi, minuman berwarna hitam ini menjadi favorit bagi sebagian orang. Kopi bisa mempertemukan orang-orang yang mulanya tak saling mengenal. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/12530611/Menikmati.Kopi.Itu.Menyenangkan">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/12530611/Menikmati.Kopi.Itu.Menyenangkan http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/10031988/Inilah.Kopi.Celup.Khas.Malang Fri , 26 Oct 2012 10:03:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/25/0157362t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Berlibur ke kota dingin Malang, Jawa Timur, tak hanya dimanjakan oleh wisata petik apel dan bunga. Sejak 2011 ada temuan baru yakni kopi celup. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/10031988/Inilah.Kopi.Celup.Khas.Malang">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/10031988/Inilah.Kopi.Celup.Khas.Malang http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/09441173/Batik.Motif.Tradisional.Klasik.Diminati.Wisman Fri , 26 Oct 2012 09:44:11 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/26/0932457t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Batik tulis motif tradisional klasik hingga saat ini menjadi batik yang paling diminati turis asing saat berkunjung ke Yogyakarta. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/09441173/Batik.Motif.Tradisional.Klasik.Diminati.Wisman">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/09441173/Batik.Motif.Tradisional.Klasik.Diminati.Wisman http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/08571328/Terpukau.oleh.Taman.Laut.17.Pulau.Riung Fri , 26 Oct 2012 08:57:13 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/24/1645599t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur memiliki alam yang memukau. Salah satu alam Ngada yang memukau adalah Taman laut 17 Pulau Riung. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/08571328/Terpukau.oleh.Taman.Laut.17.Pulau.Riung">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/08571328/Terpukau.oleh.Taman.Laut.17.Pulau.Riung http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/2211126/Memanjakan.Lidah.di.Alexs.Eating.House Thu , 25 Oct 2012 22:11:12 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/25/2210347t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengalaman wartawan Kompas M Hilmi Faiq menikmati bebek panggang yang paling lezat di Alexs Eating House Singapura <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/2211126/Memanjakan.Lidah.di.Alexs.Eating.House">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/2211126/Memanjakan.Lidah.di.Alexs.Eating.House http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/20262992/Penerbangan.Kinabalu.Davao.Manado.Akan.Dibuka Thu , 25 Oct 2012 20:26:29 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/10/2349537t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Konjen Filipina di Sulawesi Utara, Jose Dela Rosa Burgos mengatakan, pihaknya akan membuka penerbangan langsung Kinabalu-Davao-Manado. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/20262992/Penerbangan.Kinabalu.Davao.Manado.Akan.Dibuka">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/20262992/Penerbangan.KinabaluDavaoManado.Akan.Dibuka http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/20050850/Hotel.Pop.Nusa.Dua.Mulai.Dibangun Thu , 25 Oct 2012 20:05:08 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/25/2001234t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kawasan Nusa Dua, Bali, ternyata masih belum jenuh menerima kehadiran hotel. Tauzia Hotel Management membangun Hotel Pop! Nusa Dua. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/20050850/Hotel.Pop.Nusa.Dua.Mulai.Dibangun">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/20050850/Hotel.Pop.Nusa.Dua.Mulai.Dibangun http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/25/4981/Memacu.Adrenalin.dengan.Nissan.Juke.Turbo Thu , 25 Oct 2012 20:03:21 UTC+0700<img src="http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2012/10/25/c99c36ba8f73dc0bcbe7ebd66c2dd8bf_t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Mengeksplorasi performa mesin bertenaga 188 PS <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/25/4981/Memacu.Adrenalin.dengan.Nissan.Juke.Turbo">[...]</a> http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/25/4981/Memacu.Adrenalin.dengan.Nissan.Juke.Turbo http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/19394362/Sumber.Inspirasi.Ilmuwan.yang.Jarang.Diminati Thu , 25 Oct 2012 19:39:43 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/25/1514326t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Museum Bikon Blewut di Seminari Tinggi Ledalero, Maumere, Flores ini terkumpul benda-benda tua kategori biologi, zoologi, sejarah dan biografi. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/19394362/Sumber.Inspirasi.Ilmuwan.yang.Jarang.Diminati">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/19394362/Sumber.Inspirasi.Ilmuwan.yang.Jarang.Diminati http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/19364075/Yuk.ke.Karnival.Wisata.2012. Thu , 25 Oct 2012 19:36:40 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/12/09/1507113t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Karnival Wisata 2012 pada 26-28 Oktober merupakan pameran wisata bertaraf internasional, menghadirkan berbagai pernik wisata di Indonesia. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/19364075/Yuk.ke.Karnival.Wisata.2012.">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/19364075/Yuk.ke.Karnival.Wisata.2012. http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/25/4980/.Air.Scoop.Jazz.dan.Kunci.Pengaman.Avanza.Xenia Thu , 25 Oct 2012 19:09:03 UTC+0700<img src="http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2012/10/25/fc618e3bc57c9139db3376e2bb138445_t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tanpa merusak atau melubagi bagian mobil. <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/25/4980/.Air.Scoop.Jazz.dan.Kunci.Pengaman.Avanza.Xenia">[...]</a> http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/25/4980/.Air.Scoop.Jazz.dan.Kunci.Pengaman.AvanzaXenia


KOMPAS.com - TravelKOMPAS.comBaduy, Andalan Pariwisata Kabupaten LebakMustafa Centre, Surga Oleh-oleh di Little IndiaMencerahkan Lidah dengan Kopi Enak...Angkutan Massal Tak Harus Kumal...Menikmati Kopi Itu MenyenangkanInilah Kopi Celup Khas MalangBatik Motif Tradisional Klasik Diminati WismanTerpukau oleh Taman Laut 17 Pulau RiungMemanjakan Lidah di Alexs Eating HousePenerbangan Kinabalu-Davao-Manado Akan DibukaHotel Pop! Nusa Dua Mulai DibangunMemacu Adrenalin dengan Nissan Juke TurboSumber Inspirasi Ilmuwan yang Jarang DiminatiYuk ke Karnival Wisata 2012"Air Scoop&quotJazz dan Kunci Pengaman Avanza-Xenia

http://www.kompas.com/ News and Service Sat , 27 Oct 2012 00:30:01 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/20404850/Baduy..Andalan.Pariwisata.Kabupaten.Lebak Fri , 26 Oct 2012 20:40:48 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/06/03/1842474t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Hingga September, sebanyak 158 wisatawan mancanegara mengunjungi obyek wisata budaya suku Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/20404850/Baduy..Andalan.Pariwisata.Kabupaten.Lebak">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/20404850/Baduy..Andalan.Pariwisata.Kabupaten.Lebak http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/19041214/Mustafa.Centre..Surga.Oleh.oleh.di.Little.India Fri , 26 Oct 2012 19:04:12 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/26/1901534t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengalaman wartawan Kompas M Hilmi Faiq membeli oleh-oleh di Mustafa Centre di Little India di Singapura <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/19041214/Mustafa.Centre..Surga.Oleh.oleh.di.Little.India">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/19041214/Mustafa.Centre..Surga.Oleholeh.di.Little.India http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/18213057/Mencerahkan.Lidah.dengan.Kopi.Enak... Fri , 26 Oct 2012 18:21:30 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/26/1611134t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Selera bukanlah sesuatu yang bisa diperdebatkan. Tak heran bila makanan yang dianggap enak oleh seseorang, belum tentu cocok di lidah orang lain. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/18213057/Mencerahkan.Lidah.dengan.Kopi.Enak...">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/18213057/Mencerahkan.Lidah.dengan.Kopi.Enak... http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/12560952/Angkutan.Massal.Tak.Harus.Kumal... Fri , 26 Oct 2012 12:56:09 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/25/1427162t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menyusuri Hongkong, akhir September lalu, rasanya tiada pernah bosan. Jalanan tertib meski tanpa polisi yang berjaga. Tidak ada kebut-kebutan. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/12560952/Angkutan.Massal.Tak.Harus.Kumal...">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/12560952/Angkutan.Massal.Tak.Harus.Kumal... http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/12530611/Menikmati.Kopi.Itu.Menyenangkan Fri , 26 Oct 2012 12:53:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/25/1553026t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kopi, minuman berwarna hitam ini menjadi favorit bagi sebagian orang. Kopi bisa mempertemukan orang-orang yang mulanya tak saling mengenal. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/12530611/Menikmati.Kopi.Itu.Menyenangkan">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/12530611/Menikmati.Kopi.Itu.Menyenangkan http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/10031988/Inilah.Kopi.Celup.Khas.Malang Fri , 26 Oct 2012 10:03:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/25/0157362t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Berlibur ke kota dingin Malang, Jawa Timur, tak hanya dimanjakan oleh wisata petik apel dan bunga. Sejak 2011 ada temuan baru yakni kopi celup. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/10031988/Inilah.Kopi.Celup.Khas.Malang">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/10031988/Inilah.Kopi.Celup.Khas.Malang http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/09441173/Batik.Motif.Tradisional.Klasik.Diminati.Wisman Fri , 26 Oct 2012 09:44:11 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/26/0932457t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Batik tulis motif tradisional klasik hingga saat ini menjadi batik yang paling diminati turis asing saat berkunjung ke Yogyakarta. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/09441173/Batik.Motif.Tradisional.Klasik.Diminati.Wisman">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/09441173/Batik.Motif.Tradisional.Klasik.Diminati.Wisman http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/08571328/Terpukau.oleh.Taman.Laut.17.Pulau.Riung Fri , 26 Oct 2012 08:57:13 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/24/1645599t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur memiliki alam yang memukau. Salah satu alam Ngada yang memukau adalah Taman laut 17 Pulau Riung. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/08571328/Terpukau.oleh.Taman.Laut.17.Pulau.Riung">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/26/08571328/Terpukau.oleh.Taman.Laut.17.Pulau.Riung http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/2211126/Memanjakan.Lidah.di.Alexs.Eating.House Thu , 25 Oct 2012 22:11:12 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/25/2210347t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengalaman wartawan Kompas M Hilmi Faiq menikmati bebek panggang yang paling lezat di Alexs Eating House Singapura <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/2211126/Memanjakan.Lidah.di.Alexs.Eating.House">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/2211126/Memanjakan.Lidah.di.Alexs.Eating.House http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/20262992/Penerbangan.Kinabalu.Davao.Manado.Akan.Dibuka Thu , 25 Oct 2012 20:26:29 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/10/2349537t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Konjen Filipina di Sulawesi Utara, Jose Dela Rosa Burgos mengatakan, pihaknya akan membuka penerbangan langsung Kinabalu-Davao-Manado. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/20262992/Penerbangan.Kinabalu.Davao.Manado.Akan.Dibuka">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/20262992/Penerbangan.KinabaluDavaoManado.Akan.Dibuka http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/20050850/Hotel.Pop.Nusa.Dua.Mulai.Dibangun Thu , 25 Oct 2012 20:05:08 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/25/2001234t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kawasan Nusa Dua, Bali, ternyata masih belum jenuh menerima kehadiran hotel. Tauzia Hotel Management membangun Hotel Pop! Nusa Dua. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/20050850/Hotel.Pop.Nusa.Dua.Mulai.Dibangun">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/20050850/Hotel.Pop.Nusa.Dua.Mulai.Dibangun http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/25/4981/Memacu.Adrenalin.dengan.Nissan.Juke.Turbo Thu , 25 Oct 2012 20:03:21 UTC+0700<img src="http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2012/10/25/c99c36ba8f73dc0bcbe7ebd66c2dd8bf_t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Mengeksplorasi performa mesin bertenaga 188 PS <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/25/4981/Memacu.Adrenalin.dengan.Nissan.Juke.Turbo">[...]</a> http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/25/4981/Memacu.Adrenalin.dengan.Nissan.Juke.Turbo http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/19394362/Sumber.Inspirasi.Ilmuwan.yang.Jarang.Diminati Thu , 25 Oct 2012 19:39:43 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/25/1514326t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Museum Bikon Blewut di Seminari Tinggi Ledalero, Maumere, Flores ini terkumpul benda-benda tua kategori biologi, zoologi, sejarah dan biografi. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/19394362/Sumber.Inspirasi.Ilmuwan.yang.Jarang.Diminati">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/19394362/Sumber.Inspirasi.Ilmuwan.yang.Jarang.Diminati http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/19364075/Yuk.ke.Karnival.Wisata.2012. Thu , 25 Oct 2012 19:36:40 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/12/09/1507113t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Karnival Wisata 2012 pada 26-28 Oktober merupakan pameran wisata bertaraf internasional, menghadirkan berbagai pernik wisata di Indonesia. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/19364075/Yuk.ke.Karnival.Wisata.2012.">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2012/10/25/19364075/Yuk.ke.Karnival.Wisata.2012. http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/25/4980/.Air.Scoop.Jazz.dan.Kunci.Pengaman.Avanza.Xenia Thu , 25 Oct 2012 19:09:03 UTC+0700<img src="http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2012/10/25/fc618e3bc57c9139db3376e2bb138445_t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tanpa merusak atau melubagi bagian mobil. <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/25/4980/.Air.Scoop.Jazz.dan.Kunci.Pengaman.Avanza.Xenia">[...]</a> http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/25/4980/.Air.Scoop.Jazz.dan.Kunci.Pengaman.AvanzaXenia


10:49 AM | 0 komentar | Read More

Seret Pelaku Perusakan Masjid Ahmadiyah ke Pengadilan


JAKARTA, KOMPAS.com - Hukum harus ditegakkan atas para pelaku perusakan terhadap masjid Jemaat Ahmadiyah di Bandung, Jawa Barat, pada saat takbiran Idul Adha 1433 Hijriyah, Kamis (25/10/2012) malam. Penegakan hukum itu diperlukan agar kekerasan serupa tidak berulang di lain waktu dan tempat.




Hukum harus ditegakkan atas para pelaku perusakan masjid itu. Siapa pun warga negara Indonesia semestinya taat hukum, terlepas apa pun agama, etnis, dan partainya.


-- Komaruddin Hidayat




Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Komaruddin Hidayat, mengungkapkan desakan itu di Jakarta, Jumat (26/10/2012).


"Hukum harus ditegakkan atas para pelaku perusakan masjid itu. Siapa pun warga negara Indonesia semestinya taat hukum, terlepas apa pun agama, etnis, dan partainya," katanya.


Komaruddin Hidayat prihatin atas adanya sekelompok massa yang menyerang Masjid An Nasir, Jalan Sapari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Kamis, sekitar pukul 23.00 WIB. Akibatnya, satu kaca di masjid milik Jemaat Ahmadiyah itu pecah.


Komaruddin Hidayat mengungkapkan, para menteri terkait jangan hanya sibuk mengurus partai menjelang Pemilu 2014, tapi buatlah warisan prestasi, termasuk menuntaskan tindakan perusakan atas masjid Ahmadiyah itu.


"Kesan saya, pemerintahan sekarang ini meninggalkan persoalan yang tidak tuntas dan sewaktu-waktu bisa meledak. Karena sudah berulangkali terjadi dengan aktor dan obyek yang sama, wajar kalau publik meragukan kesungguhan pemerintah, apakah ini pembiaran, tidak tegas, atau tadak mampu menyelesaikan masalah?" katanya .












10:26 AM | 0 komentar | Read More

Yuuk, Ganti Minyak Tanah dengan Sabut Kelapa!




Yuuk, Ganti Minyak Tanah dengan Sabut Kelapa!





Penulis : Nasrullah Nara | Sabtu, 27 Oktober 2012 | 00:03 WIB













AISKI


Briket bahan bakar coco peat yang diproduksi anggota Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) di Desa Penjuru, Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, diminati buyer asal Jepang. Diharapkan, teknologi briket bahan bakar coco peat ini dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pedesaan terhadap penggunaan minyak tanah yang harganya sudah mencapai Rp13.000 per liter.





JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) tengah mencari mitra bisnis untuk mengembangkan briket bahan bakar dari serbuk sabut kelapa (coco peat).


Upaya ini menyusul tingginya permintaan pasar internasional akan bahan bakar ramah lingkungan tersebut. Teknologi briket bahan bakar coco peat ini berpotensi mengurangi ketergantungan masyarakat pedesaan terhadap penggunaan minyak tanah.  


Siaran pers AISKI yang diterima Kompas, Jumat (26/10) malam, memaparkan, sejak produk briket bahan bakar coco peat  dipamerkan pada acara Trade Expo Indonesia (TEI) di International Expo Kemayoran, Jakarta, pekan lalu, sejumlah buyer dari berbagai negara langsung menyatakan tertarikan dan siap melakukan kontrak pembelian jangka panjang.      


Salah satu negara buyer yang berminat dengan briket bahan bakar coco peat ini adalah Jepang. Negara tersebut membutuhkan briket bahan bahan bakar coco peat sekitar 10.000 ton per bulan sebagai bagian dari upaya negara tersebut mengurangi pemakaian bahan bakar yang tidak ramah lingkungan.  


"Ini tantangan bagi AISKI. Kita tidak menyangka, sambutan pasar terhadap briket bahan bakar coco peat ini luar biasa. Untuk memenuhi permintaan sebanyak itu, AISKI akan mencoba cari mitra bisnis yang andal dalam finansial," ungkap Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan AISKI, Ady Indra Pawennari.


Menurut Ady, briket bahan bakar coco peat ini pertama kali diproduksi anggotanya di Desa Penjuru, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, tahun 2010 lalu. Namun karena kemampuan produksi mesin yang sangat terbatas, akhirnya produksi bahan bakar coco peat tersebut terhenti di tengah jalan.  


"Kendalanya hanya di mesin produksi yang tidak bisa massal. Soal kualitas, tidak perlu diragukan lagi. Panasnya sama dengan briket arang tempurung kelapa. Briket bahan bakar coco peat ini sangat baik sebagai pengganti minyak tanah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang semakin tergerus," jelasnya.  


Soal ketersediaan bahan baku, Ady mengaku tidak khawatir. Pasalnya, Indonesia sebagai produsen buah kelapa terbesar di dunia dengan produksi rata-rata 15 miliar butir per tahun, memiliki potensi bahan baku coco peat sekitar 5,8 juta ton per tahun.


Ikuti liputan khusus Cerdas Berasuransi


















10:14 AM | 0 komentar | Read More

Tragis! Tontowi/Liliyana Tersingkir



Perancis Terbuka Superseries


Tragis! Tontowi/Liliyana Tersingkir





Jumat, 26 Oktober 2012 | 23:08 WIB













JAKARTA, Kompas.com - Nasib buruk nan tragis menimpa ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang tampil di babak perempat final turnamen Perancis Terbuka Superseries, Jumat (26/10/2012). Juara All England ini menyerah dua game langsung 18-21, 20-22 dari pasangan gado-gado yang ditempatkan sebagai unggulan ketujuh, Chris Adcock (Inggris)/Imogen Bankier (Skotlandia).

Hasil ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi dunia bulu tangkis Tanah Air, yang belum bisa bangkit dari keterpurukan. Pasalnya, Tontowi/Liliyana, yang menjadi unggulan keempat, menjadi andalan untuk bisa meraih gelar dari turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini, setelah pekan lalu hanya menjadi runner-up di Denmark Terbuka Superseries Premier.

Kini, Indonesia tinggal berharap kejutan dari ganda putri Pia Zebadiah Bernadeth/Rizki Amelia Pradipta, yang baru akan bertanding. Mereka akan menantang unggulan utama dari Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl. Hanya dua wakil yang lolos ke babak perempat final.





Sumber :


tournamentsoftware





Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo















10:07 AM | 0 komentar | Read More

Pembawa Senjata di Istiqlal Itu Hidup Sederhana...

Pembawa Senjata di Istiqlal Itu Hidup Sederhana...


JAKARTA, KOMPAS.com - Sudirman (40), yang diamankan oleh Pasukan Pengamanan Presiden saat hendak masuk ke Masjid Istiqlal, Jumat (26/10/2012), dikenal sebagai pria sederhana dan terbiasa berdandan ala pejuang. Di tubuhnya mengalir darah pejuang dari ayahnya, seorang pejuang veteran Angkatan Darat.


Nama Sudirman sangat melekat dengan sosok pahlawan nasional pada masa penjajahan Belanda. Tokoh itulah yang "diperankan" oleh Sudirman asal Tegal, saat ia mengunjungi Masjid Istiqlal, Jumat pagi tadi. Pria lajang tersebut membawa senjata rakitan mirip senjata api, tetapi tidak dapat digunakan layaknya pistol betulan. Ia mengenakan pakaian seperti pejuang tempo dulu, yakni berpeci hitam, kemeja putih lengan panjang, dan celana panjang warna hitam. Pada pecinya terdapat dua pin kecil, yakni bendera merah putih dan pin berbentuk burung garuda.


Saat tiba di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan, Sudirman tampak tenang dan tidak terlihat wajah tegang. Terkadang mukanya tanpa ekspresi dan sesekali tersenyum.


Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, Sudirman di Tegal tinggal bersama ibunya di Jalan Kemuning, Pejambon, Tegal Timur, Jawa Tengah. Ayahnya sudah lama meninggal dunia.


Salah seorang warga Jalan Kemuning, Rudi Hartono (38), mengatakan bahwa laki-laki yang sempat mengenyam pendidikan SMP itu sebetulnya mengalami gangguan kejiwaan setelah kembali dari Jakarta beberapa tahun lalu. "Katanya sih kerja di Jakarta, tapi kerja apa saya kurang tahu, sampai di sini (Tegal) sudah terganggu," kata Rudi.


Rudi menceritakan, polisi sempat mendatangi rumah Sudirman sekitar pukul 12.00 WIB dan menemui ibu Sudirman, yang biasa dipanggil Ju. Saat ini Ju tengah sakit. "Sebelum sore, polisinya sudah pada pergi, saya lihat tidak ada barang yang disita," kata Rudi kepada Tribunnews.

Rudi mengatakan, selain Dirman dan ibunya, di rumah tersebut juga tinggal Jutro, kakak laki-laki Dirman. Menurut Rudi, Jutro juga gangguan kejiwaan. Jutro dikenal telah beristri, tetapi laki-laki yang kadang mengemis di jalan itu memilih tinggal bersama ibunya, sementara sang istri tinggal di tempat lain. Di rumah itu, juga tinggal adik perempuan Dirman, sementara adik perempuan Dirman yang paling kecil diketahui tinggal di Jakarta.


Rudi menuturkan, di rumah tersebut hampir tidak ada yang memiliki pekerjaan tetap. Dirman yang belum pernah berkeluarga itu hingga kini diketahui masih menganggur. Ia pun bingung bagaimana keluarga sederhana tersebut bisa tetap makan. "Seharusnya polisi waktu datang ke rumah Dirman bisa melihat kondisi keluarganya, harusnya polisi kasihan," ujarnya.


Warga maklum


Sejak Dirman mengalami gangguan kejiwaan, warga di sekitar rumahnya mulai belajar memaklumi tingkah laku pria tersebut. Warga pun maklum ketika Dirman melakukan hal-hal janggal. Rudi menuturkan, setiap selesai azan maghrib, umumnya jamaah akan melantunkan puji-pujian dan bershalawat dengan urutan tertentu, tetapi tidak demikian halnya dengan Dirman. "Dia itu kalau puji-pujian salah terus, tapi kan warga maklum, ya sudah mau gimana lagi," ujarnya.


Rudi mengatakan, Dirman dikenal sebagai sosok pendiam. Ketika ia berkumpul dengan warga di kediamannya, Dirman juga tak banyak bicara. Itu sebabnya tetangga di sekitar rumah Dirman tidak menyangka Dirman membawa pistol rakitan dan membawanya ke Masjid Istiqlal. Saat diperiksa polisi, Dirman mengaku merakit pistol itu karena terinspirasi mainan anak-anak. Polisi berencana melakukan tes psikologis terhadap Sudirman untuk mengetahui apakah pria tersebut benar-benar mengalami gangguan kejiwaan.













10:05 AM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger