Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Alasan Ruben-Wenda Menikah Tanggal 22 Oktober 2013

Written By Unknown on Saturday, September 21, 2013 | 10:49 AM


Jakarta - Usai menggelar prosesi lamaran di sebuah kafe mewah di kawasan Kelapa Gading, Jumat (21/9) malam, presenter Ruben Onsu kini fokus pada perhelatan pernikahannya dengan Wenda Tan yang akan digelar 22 Oktober 2013 mendatang di pulau Dewata, Bali. Hal itu diungkapkan Ruben usai menggelar prosesi lamarannya semalam.


"Kalau dari kemarin kami belum memberitahu, bukannya kenapa-kenapa tapi kami maunya pasti dulu, baru kami bilang. Jadi nanti saya mau menikah dengan Wenda tanggal 22 Oktober 2013 di Bali. Sejauh ini masih dalam proses persiapan," ungkap Ruben.


Mengenai pemilihan tanggal yang dipilih pasangan ini, cukup unik. Biasanya pengantin akan menggelar acara pernikahannya di penghujung pekan. Namun, pasangan ini memilih tanggal 22 Oktober 2013, yang jatuh di hari Selasa.


"Alasannya, tanggal itu pas Mama saya ulang tahun. Saya mau semuanya ada momennya. Saya sangat sayang Mama saya," lanjut Ruben.


Meski belum detail menjelaskan tempat pemberkatan dan resepsi pernikahannya, namun Ruben mengaku sedang benar-benar mempersiapkan semuanya, termasuk masalah biaya yang diisukan mencapai angka 2 milliar rupiah.


"Enggak sampe angka segitu juga kali (2 miliar). Kita hanya menggelar pernikahan sederhana kok. Outdoor tapi tetap ada rumah kacanya. Itu Wenda yang mau, jadi aku serahkan semuanya sama dia. Tamu yang diundang memang orang-orang yang sangat dekat dengan kami jadi memang tidak terlalu banyak," kata Ruben.


10:49 AM | 0 komentar | Read More

Ketika Gita Wirjawan Jadi Bintang Iklan ...





JAKARTA, KOMPAS.com - Iklan Kementerian Perdagangan yang belakangan masif beredar menjadi pembicaraan di masyarakat. Pasalnya, iklan dengan berbagai media itu juga menampilkan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.


Setidaknya, iklan tersebut terpasang di bus-bus Damri, layar besar di pinggir jalan, billboard, hingga di dalam kereta api. Berbagai hal dikampanyekan, salah satunya bangga menggunakan produk dalam negeri.


Mungkin tidak salah dengan sosialisasi program yang dilakukan Kemendag itu. Namun, hal ini menjadi tanda tanya ketika sosok Gita ikut nimbrung di dalamnya. Saat ini, Gita tengah mengikuti perhelatan Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat.


Berdasarkan data dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), anggaran Kemendag untuk iklan tahun 2013 mencapai Rp 56,6 miliar. Sebesar Rp 55,4 miliar di antaranya untuk iklan layanan masyarakat. Adapun anggaran publikasi tahun 2012 mencapai Rp 83,6 miliar.


Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA Uchok Sky Khadafi menilai alokasi anggaran tersebut sudah merupakan pemborosan keuangan negara. Ia berpendapat iklan Kemendag yang selama ini disebarluaskan bermuatan politis menjelang Pilpres 2014 .


"Untuk menghemat keuangan negara, semua lembaga/kementerian tidak perlu memasukkan pejabat yang tengah mencalonkan sebagai anggota legislatif atau presiden di dalam iklan. Cukup pakai logo kementerian atau lembaga, publik sudah paham," kata Uchok di Jakarta, Sabtu (21/9/2013).


Hingga berita ini diturunkan, Gita belum bisa dikonfirmasi perihal iklan tersebut.


Sebenarnya, khusus untuk pemilu legilatif, Komisi Pemilihan Umum melalui Peraturan KPU Nomor 1 tahun 2013 sudah melarang para pejabat negara, baik di pemerintah pusat maupun daerah untuk memanfaatkan iklan layanan masyarakat dengan dalih sosialisasi program lembaganya. Larangan itu muncul setelah banyak menteri dan pejabat lainnya yang masuk dalam daftar caleg tetap (DCT) DPR.


Menurut KPU, banyak cara untuk menyosialisasikan program kementerian/lembaga yang menggunakan uang negara tanpa harus menampilkan pimpinannya.


Berbicara tentang sosialisasi program, publik tentu ingat sikap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi. Orang nomor satu di Jakarta itu tak mau wajahnya masuk dalam baliho atau spanduk di pinggir-pinggir jalan di ibu kota.


Jokowi mengaku pernah memarahi salah satu dinas di Jakarta setelah memajang fotonya di spanduk. Sosialisasi tak perlu ditampilkan wajah gubernur. Setelah saya marahi, sekarang enggak ada lagi, kata Jokowi beberapa waktu lalu.





Editor : Hindra Liauw


















10:27 AM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













10:14 AM | 0 komentar | Read More

Yamaha Buka Asa Kawinkan Gelar Indoprix 2013





  • Penulis :

  • Aloysius Gonsaga AE

  • Sabtu, 21 September 2013 | 22:55 WIB





BALIPAT, Kompas.com - Yamaha menjaga asa mengawinkan dua gelar Indoprix musim ini. Setelah memastikan gelar kelas IP1 (125 cc), kemenangan di kelas IP2 (110 cc) pun terbuka lebar diraih.

Klasemen lima pebalap teratas di kelas IP1 diisi pebalap Yamaha. Sigit PD teratas dengan 146 poin, Anggi Permana 133 poin, Fitriansyah Kete (93), Harlan Fadillah (84), Sudarmono (80). Itu membuat peluang Yamaha paling besar meraih gelar. Sementara di klasemen IP2, Sigit juga memimpin dengan poin 145 terpaut 37 angka di atas pebalap Honda, Wahyu Widodo. Peringkat ke-3 sampai ke-5 diisi rider Yamaha – Sudarmono (104), Fitriansyah Kete (87), Anggi Permana (87).

Yamaha pun berpeluang besar mengawinkan dua gelar setelah hanya tersisa gelaran seri 5 atau pamungkas di sirkuit Binuang, Balipat, Kalimantan Selatan, 21-22 September. Dan melihat peringkat di klasemen, Sigit PD bersama tunggangan Jupiter Z1 paling terbuka jalannya meraih dua gelar IP1 dan IP2.

Dari hasil kualifikasi, pebalap asal Yogyakarta itu sukses mengambil pole position IP1 dan posisi start ke-4 IP2. Catatan waktunya terbaik 1 menit 15.860 detik di kualifikasi IP1. Sementara di IP2 terpaut 0,662 detik dengan pebalap Yamaha lainnya Fitriansyah Kete yang memegang pole 1 menit 15,916 detik. Di IP2, enam terdepan starting grid diisi pebalap Yamaha.

"Harapan bagi Yamaha untuk mengawinkan dua gelar Indoprix tahun ini terbuka lebar. Kami berharap bisa mewujudkannya seperti tahun 2008 hingga 2011 atau 4 tahun beruntun Yamaha selalu merebut dua gelar Indoprix. Sigit tampil gemilang dengan Jupiter Z1 yang membuktikan keunggulan teknologi balap dan Fuel Injection Yamaha," papar Supriyanto, Manajer Motorsport Yamaha Indonesia.

Sigit, pebalap asal Yogyakarta, tahun ini di Indoprix dua kali memecahkan rekor catatan waktu tercepat kelas 110 cc sirkuit Sentul Bogor dan kelas 125 cc sirkuit Kenjeran Surabaya.

Di seri 2 yang berlangsung di Kenjeran, Sigit juga jadi bintang dengan jadi pebalap pertama yang memenangi 4 race IP1 dan IP2. Prestasi dalam perjalanan menuju seri pamungkas Indoprix di sirkuit Binuang, mengantarkan Sigit menuju tangga dua gelar juara.

Yamaha mendominasi perolehan gelar Indoprix. Sebanyak 9 titel diraih dari kemenangan dua kelas tahun 2008 – 2011 dan kelas 110 cc di 2012.

Hasil Kualifikasi Seri 5 Indoprix 2013

Kelas IP1 (125 cc)

1. Sigit PD (Yamaha Yamalube TDR FDR NHK Yonk Jaya) 1 menit 15.860 detik
2. M.Ricky Ananda Nafarin (HRVRT BGM-HBM) 0.357 detik selisih dengan Sigit PD
3. Sudarmono (Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya) 0.361 detik selisih dengan Sigit PD  

Kelas IP2 (110 cc)

1. Fitriansyah Kete (Yamaha Yamalube Nissin SMF KYT TJM) 1 menit 15.916 detik
2. Sudarmono (Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya) 0.447 detik selisih dengan Fitriansyah Kete
3. M.Ricky Ananda Nafarin (HRVRT BGM-HBM) 0,586 detik selisih dengan Fitriansyah Kete
4. Sigit PD (Yamaha Yamalube TDR FDR NHK Yonk Jaya) 0,662 detik selisih dengan Fitriansyah Kete




Editor : Aloysius Gonsaga AE





10:08 AM | 0 komentar | Read More

Bawa Senjata Tajam, 7 Anggota Ormas di Banten Ditahan





JAKARTA, KOMPAS.com - Tujuh dari 183 orang anggota salah satu ormas di Banten yang diamankan Tim Pemburu Preman Polres Jakarta Barat, Sabtu (21/9/2013, resmi ditahan. Mereka kedapatan membawa senjata tajam berupa golok. 

"Ditahan tujuh  karena bawa sajam (senjata tajam). Jumlah yang diamankan 183," ujar Kanit Krimum Polres Jakarta Barat, Martson Marbun, di Polres Jakarta Barat, Sabtu.

Marbun menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir, jumlah anggota ormas yang diamankan berjumlah 183. Sebelumnya disebut 179. 

Mereka ditangkap karena mencoba menduduki lahan kosong di Lapangan Kedoya Pilar, Jakarta Barat.  Hingga kini, ratusan anggota ormas tersebut masih diperiksa di Polres Jakarta Barat.




Editor : Heru Margianto
















10:05 AM | 0 komentar | Read More

Penyelenggaraan FFI 2013 Dijanjikan Lebih Terhormat

Written By Unknown on Friday, September 20, 2013 | 10:49 AM


Jakarta - Ajang penganugerahan insan perfilman tanah air, Festival Film Indonesia (FFI) akan kembali digelar pada tahun 2013 ini. Dalam perhelatan tersebut, Semarang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan penganugerahan insan perfilman dan malam puncak FFI 2013 yang akan digelar 7 Desember 2013 mendatang. Hal itu terungkap dalam jumpa pers FFI 2013 di Planet Hollywood, Jakarta, Kamis (19/9).


Firman Bintang selaku Ketua Umum Pelaksana FFI 2013 mengungkapkan panitia kecil untuk menyambut perhelatan akbar tersebut telah dibentuk yang nantinya diharapkan akan mampu mengakomodir permasalahan yang selama beberapa tahun penyelenggaraan FFI di tanah air.


"Kita akan membuat festival ini jauh lebih terhormat dari terdahulu dan diselenggarakan sebaik-baiknya. Saya cukup berpengalaman di film sejak tahun 1970-an. FFI penting bagi kehormatan industri film kita," terang Firman Bintang.


Pagelaran insan perfilman bertajuk "Bersama Kita Bisa Majukan Film Indonesia" ini akan berusaha menjaring sineas-sineas muda serta akan berusaha melibatkan semua produser film untuk berlomba meningkatkan kreativitas dan karyanya.


"Ayo kita bersaing dengan ikut mendaftar. Karena tak hanya piala yang didapat, kami juga akan mengirim pemenang ke berbagai festival luar negeri," lanjutnya.


Sebagai bentuk apresiasi pada insan perfilman tanah air, Firman tidak lupa memberikan reward kepada para pemenang untuk menampilkan kembali hasil karya terbaiknya di bioskop-bioskop seluruh tanah air.


"Yang jelas kita sudah punya perjanjian dengan pihak 21 sebagai pemilik gedung bioskop untuk kembali menampilkan kembali film yang keluar sebagai pemenang seperti saat pertama kali film itu diputar di bioskop serta akan memberikan apresaiasi terhadap semua film ditanah air lebih tinggi lagi agar perfilman Indonesia kembali pada era kejayaannya di tahun 70-an," terangnya.


Sebagai langkah awal, panitia FFI 2013 akan membuka pendaftaran sejak 18 september 2013 hingga 31 Oktober 2013 mendatang. Pendaftaran bisa juga dibuka melalui website www.festivalfilmindonesia.co atau melaui email humasffi2013@yahoo.com.


"Dalam kategorinya, perlombaan akan dibagi dalam beberapa kategori, di antaranya film dokumenter, film Bioskop, film televisi pendek, animasi dan lainnya yang sudah pernah tayang atau lulus sensor untuk periode 1 November 2012 hingga 31 Oktober 2013," lanjut Firman


10:49 AM | 0 komentar | Read More

Kasus Yayasan Supersemar, Kejagung Ajukan PK






JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengajukan memori Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasus Yayasan Supersemar ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Pengajuan memori PK tersebut setelah Mahkamah Agung (MA) melakukan kesalahan fatal yaitu salah mencantumkan nominal putusan yang harus dibayarkan Yayasan Supersemar.

Jaksa Agung Basrief Arief mengatakan, memori PK tersebut telah ditandatangani sejak beberapa waktu lalu. "Saya sudah tandatangani PK-nya terhadap putusan Supersemar," kata Basrief di Kejagung, Jumat (20/9/2013).

Sayangnya, ketika ketika dikonfirmasi kapan Kejagung mendaftarkan ke PN Jakarta Selatan, ia enggan membeberkannya. Ia menyatakan, memori tersebut telah diserahkan kepada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun). Selanjutnya, Jamdatun akan mendaftarkannya PN Jakarta Selatan.

Ia optimis, kasus ini dapat segera selesai. Pasalnya, persoalan yang terjadi hanya masalah kesalahan pengetikan nominal dalam amar putusan saja. "Masalahnya hanya mengenai penyebutan nominal dari miliar menjadi juta. Itu saja. Jadi Insya Allah bisa. Doakan saja," tandas Basrief.

Seperti diketahui, MA mengabulkan gugatan kasasi yang diajukan Kejagung atas kasus Yayasan Supersemar. Namun, dalam putusan kasasi nominal yang seharusnya dibayarkan Yayasan Supersemar sebesar Rp 139 miliar, ternyata hanya ditulis Rp 139 juta.

Dampaknya, Kejagung akhirnya menunda proses eksekusi putusan tersebut sebelum nominal yang terdapat di dalam salinan putusan tersebut diubah. Selain itu, Yayasan Supersemar juga diwajibkan membayar ganti rugi negara sebesar USD 315 juta. Total, jumlah kerugian negara yang harus dibayarkan Yayasan Supersemar yaitu USD 315 juta dan Rp 139 miliar atau setara dengan Rp 3,7 triliun.




Editor : Hindra Liauw





A PHP Error was encountered


Severity: Notice


Message: Undefined property: stdClass::$view_quiz


Filename: views/read-article-alt2.php


Line Number: 363














10:26 AM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













10:14 AM | 0 komentar | Read More

Kota Layak Huni Harus Punya Banyak Ruang Publik





JAKARTA, KOMPAS.com - Kota layak huni harus mampu menyediakan ruang publik yang layak bagi warga. Ruang publik ini dapat menjadi tempat berinteraksi sekaligus ruang berekspresi bagi warga.


Arsitek perkotaan, Sigit Kusumawijaya mengatakan, ada lima indikator dalam penentuan kota layak huni tersebut. Indikator itu meliputi stabilitas, kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan, serta infrastruktur. Ruang publik, kata Sigit, dapat masuk ke dalam hampir kelimanya.


Dari segi budaya dan lingkungan, ruang publik dapat tercipta melalui ruang terbuka hijau dengan adanya taman-taman. Di dalam taman itu masyarakat dapat berinteraksi atau pengekspresikan apa yang ia kuasai, seperti olahraga ataupun musik.


"Ruang publik secara tidak langsung dapat mendorong seseorang untuk menjaga dan mengembangkan kotanya sendiri," kata Sigit saat ditemui dalam kampanye ruang publik di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2013) sore.


Ia mengatakan, Jakarta sebagai Ibu Kota belum memiliki ruang publik yang cukup sebagai tempat berinteraksi antarwarga. Bahkan, ruang publik seperti trotoar dan jalur pedestrian pun sudah beralih fungsi menjadi tempat parkir ataupun tempat berjualan. Pengendara sepeda motor juga seringkali merampas fungsi trotoar sebagai sebagai jalan ketika terjadi kemacetan.


Sigit mengatakan, idealnya 30 persen lahan kota diperuntukan menjadi ruang publik. Saat ini, ruang publik di DKI Jakarta hanya sekitar sembilan persen. "Jadi butuh berpuluh-puluh lapangan Monas lagi untuk mencapai standar," kata Sigit.


Salah satu faktor kurangnya ruang publik di Jakarta adalah penggunaan tempat-tempat umum maupun milik negara sebagai tempat tinggal ilegal. Jika pemerintah tidak serius memerangi masalah ini, ruang publik hanya menjadi impian semu yang tak pernah kunjung dinikmati warga perkotaan.





Editor : Laksono Hari Wiwoho
















10:05 AM | 0 komentar | Read More

Ingin Jadi RI 1, Jokowi Harus Manfaatkan Panggung Jakarta

Written By Unknown on Thursday, September 19, 2013 | 10:27 AM






JAKARTA, KOMPAS.com - Popularitas dan Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi ternyata masih bisa disalip calon presiden (capres) hasil konvensi capres Partai Demokrat (PD). Agar tetap menjadi yang teratas, Jokowi disarankan tetap memanfaatkan Jakarta sebagai panggung politiknya.

"Saya ingatkan agar Jokowi berhati-hati dengan satu partai itu (PD). Manfaatkan habis-habisan panggung Jakarta untuk menjaga popularitas dan elektabilitasnya," ujar Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG), Fadjroel Rachman, usai penyerahan Soegeng Sarjadi Award on Good Governance, Kamis (19/9/2013) di Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan.

Menurutnya, Jokowi harus memaksimalkan kinerja pemerintahannya di Jakarta hingga masa kampanye capres Pemilu Presiden 2014 nanti. Ia mengatakan, berbeda dengan calon yang diusung PD, Jokowi tidak punya waktu untuk menyiapkan program pemenangannya dan konsep yang akan diusungnya jika menjadi presiden.

Apalagi, lanjut Fadjroel, hingga kini, baik Jokowi atau pun partai yang mengusungnya, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan belum juga mengumumkan rencana pencalonan mantan Wali Kota Surakarta iru sebagai capres.

"Jokowi tidak punya banyak waktu, sedangkan capres (hasil) konvensi (PD) punya waktu sampai delapan bulan untuk merumuskan gagasannya," ujar Fadjroel.

Berdasarkan survei yang dilakukan SSSG, Jokowi dinilai sebagai tokoh negara terbaik. Jokowi memperoleh suara 55,2 persen dari 1.250 responden yang disurvei. Dia mengalahkan perolehan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang hanya memperoleh 11,4 persen suara.

"(Hasil survei) ini mengejutkan, karena tahun lalu Jokowi masih kalah oleh Dahlan Iskan (Menteri Negara BUMN). Tahun ini malah Jokowi mengungguli SBY," tutur Fadjroel.

Dia mengatakan, melesatnya keterpilihan Jokowi karena politisi itu menunjukkan kerja nyata melalui programnya di Jakarta.




Editor : Hindra Liauw
















10:27 AM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













10:14 AM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger